Rekomendasi

DPPKB dan P3A Sukoharjo: Angka Pernikahan Dini Masih Tinggi

Jumat, 13 September 2019 : 17.32
Published by Hariankota
SUKOHARJO – Sepanjang 2019, angka perkawinan anak di bawah umur, atau usia dini di wilayah Kabupaten Sukoharjo masih terbilang cukup tinggi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB dan P3A) Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti, kepada hariankota.com disela seminar kesehatan reproduksi remaja di pendopo GSP komplek Setda Sukoharjo, Jum'at (13/9/2019).

"Angkanya di Sukoharjo itu masih sangat tinggi. Yang tidak terlaporkan banyak. Untuk yang dilaporkan berdasarkan catatan di KUA, sepanjang 2019 ini saja yang kami ketahui kemarin, ada sekira 34 pasang," sebutnya.

Pernikahan dini yang terjadi selama ini, penyebabnya ada beberapa faktor. Di antaranya, faktor budaya, faktor tradisi, faktor agama, faktor kemisikinan dan faktor pergaulan bebas. Ini masih jadi keprihatinan semua kalangan.

Sebagai upaya pencegahan, oleh DPPKB dan P3A Sukoharjo, dibentuk sebuah kegiatan ekstrakurikuler (eskul) di sekolah bernama, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).

Harapannya jadi solusi dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi remaja.

Melalui ekskul yang dibentuk pada tiap sekolah setingkat SMA /SMK di masing - masing kecamatan ini, mereka dapat berpartisipasi dalam mencegah berbagai permasalahan terkait kenakalan remaja, termasuk didalamnya pemahaman tentang resiko pernikahan dini.

"Ini nanti jadi pusat konseling bagi sesama teman sebaya mereka di sekolah, sehingga hal - hal negatif, seperti pergaulan bebas, penggunaan napza, pernikahan dini dapat dicegah. Kira - kira seperti itu," ujarnya.

Dijelaskan, PIK-R merupakan wadah bagi remaja untuk berkonsultasi, tempat curhat yang dikelola oleh remaja, untuk mendengarkan permasalah teman sebaya mereka. Dengan cara ini, mereka akan lebih terbuka jika curhat dengan sebayanya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :