Rekomendasi

Ini Permintaan Demonstran di Malang Sebelum Bentrok dengan Kepolisian

Selasa, 24 September 2019 : 19.33
Published by Hariankota
KOTA MALANG - Sebelum berakhir rusuh, massa demonstran ribuan mahasiswa telah diperkenankan melakukan audiensi dengan DPRD Kota Malang. Lima orang kordinator aksi telah masuk dan ditemui oleh Ketua DPRD Kota Malang.

Dari pantauan di lapangan, perwakilan massa yang dipersilakan masuk terlibat diskusi alot dengan 3 orang anggota dewan. Mereka menuntut untuk melakukan aksi di halaman gedung.

Korlap Aksi Ali Syardana mengatakan massa ingin melakukan aksi di dalam gedung dewan supaya bisa lebih didengar para anggota dewan. 0ihaknya menyatakan penolakan sikap pengesahan UU KPK dan KUHP langsung kepada para anggota dewan.

"Disahkannya revisi UU KPK dan pembahasan KUHP dengan pasal kontroversialnya menjadi bagian yang mencederai dan tak berpihak kepada rakyat," jelasnya.

Ia menambahkan sejumlah pasal di KUHP dianggap kontroversial lantaran dapat menjerat masyarakat bawah. Disamping itu dengan pengesahan revisi UU KPK membuat wewenang KPK selaku lembaga pemberantasan korupsi dipangkas.

Tak hanya itu, massa yang memperingati hari tani nasional juga menilai tindakan pemerintah tak pro terhadap petani kecil dengan membuka impor bahan pangan.

Sementara itu, hingga menjelang pukul 15.00 WIB ribuan massa aksi masih bertahan di depan kawasan Gedung DPRD Kota Malang. Massa baru saja ditemui oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Toni Hermanto yang tiba di Malang dari Surabaya sekitar pukul 13.45 WIB.

Tak hanya itu beberapa civitas akademi di antara Pembantu Rektor III Universitas Muhammadiyah Malang, Sidik Sunaryo juga turut menenangkan massa aksi yang masih terus bertahan.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Jumali

Share this Article :