Rekomendasi

Jago Merah Melalap Gudang Kapas Pabrik PT Sritex di Sukoharjo

Sabtu, 28 September 2019 : 00.21
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan bahan baku berupa kapas milik PT Sritex Sukoharjo, yang berlokasi di Kelurahan Jetis, Kecamatan / Kabupaten Sukoharjo, Jumat (27/9/2019) malam.

Informasi yang didapat hariankota.com, amukan si jago merah di gudang yang letaknya disebelah selatan bangunan pabrik utama ini, diketahui muncul sekira pukul 22.00 WIB.

Mengingat kapas merupakan bahan yang mudah terbakar, maka tak butuh waktu lama, kobaran api yang tertiup angin menjadi besar hingga menimbulkan asap pekat kehitaman.

"Tadi tahu -tahu, api sudah membesar. Asapnya hitam pekat. Warga banyak yang datang menyaksikan," kata Bimo, salah satu saksi mata, warga yang tinggal tak jauh dari pabrik Sritex.

Beruntung letak gudang tidak berbatasan dengan pemukiman warga, sehingga api terlokalisir di satu tempat. Gudang tersebut berbatasan dengan area sawah. Sejumlah pemadam kebakaran dari wilayah Solo Raya terlihat berdatangan ke lokasi, dibantu relawan dan puluhan anggota PMI.

Hingga berita ini diturunkan sekira pukul 23.50 WIB, petugas pemadam masih berjibaku menjinakkan kobaran api. Titik lokasi kebakaran yang berada ditengah bangunan, sedikit menyulitkan untuk dijangkau mobil pemadam.

Selain puluhan mobil damkar dari Solo Raya, dari Polres Sukoharjo juga membantu dengan mengerahkan mobil water canon. Terkait penyebab kebakaran, baik petugas damkar, kepolisian dan manajemen PT Sritex belum ada yang dapat dikonfirmasi.

Diketahui, PT Sritex merupakan pabrik tekstil terbesar se Asia Tenggara yang memproduksi pakaian militer kelas dunia. Pabrik ini terbagi dua yakni, pabrik pemintalan benang di sisi timur dan pabrik pakaian di sisi barat.

Sedangkan yang terbakar adalah gudang kapas pabrik pemintalan, letaknya di bagian selatan.

Akibat kejadian, jalan raya Sukoharjo menuju Kecamatan Tawangsari macet total. Oleh anggota Satlantas Polres Sukoharjo dibantu masyatakat, mengarahkan pengguna jalan untuk memutar arah lewat jalur alternatif lain.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :