Rekomendasi

Kasus Pemalsuan Silsilah Pakubuwono X, Ahli Waris Berharap Tegaknya Sejarah

Selasa, 03 September 2019 : 23.44
Published by Hariankota
SOLO - Ahli waris Pakubuwono (PB) X berharap, penuntasan kasus pemalsuan silsilah keturunan PB X yang kini sudah ditangani Polresta Solo sejak dilaporkan pada Agustus 2018 lalu, bisa segera dituntaskan.

Hal itu diungkap Mohammad Andree Tjakraningrat, putera BRM M. Munier Tjakraningrat, keturunan sah Ratu Pembayun (Putri PB X-Red) - Tjakraningrat, saat ditemui hariankota.com dan awak media lain disebuah hotel dekat Keraton Kasunanan Surakarta, Selasa (3/9/2019).

"Sebagaimana kita ketahui pada tahun-tahun sebelumnya, publik telah dihebohkan dengan adanya permasalahan pemalsuan silsilah dari keturunan GKR Pembayun-Tjakraningrat oleh sejumlah pihak," terangnya.

Menurut Andree, pihaknya saat ini hanya bisa menunggu langkah kepolisian Kota Solo dalam memproses kasus ini. Mengingat data penguat sudah disampaikan, dan sejumlah saksi sudah diperikasa, maka Polisi diharapkan mengambil tindakan tegas.

"Kasus tersebut sedang di proses di Polresta Solo, dan semoga cepat selesai. Kebenaran harus ditegakkan, jangan sampai terjadi pembelokan sejarah," ujarnya.

Andree menegaskan, bahwa apa yang dilakukan pihaknya ini, sama sekali tidak ada kaitannya dengan permasalahan yang saat ini tengah terjadi di Keraton Solo.

"Hubungan kami dengan putera putri PB XII tidak ada masalah. Baik - baik saja. Seperti kehadiran kami disini juga dalam rangka diundang mengikuti acara suroan (peringatan 1 Suro)," kata Andree.

Dalam acara ini kata Andree, BRM M. Munier Tjakraningrat yang hadir sebagai ahli waris sah dari Pakubuwono X menyampaikan, bahwa kehadirannya bersama rombongan, sebagai sikap konsistensi merawat warisan budaya leluhur.

"Kami keluarga besar Ratu Pembayun- Tjakraningrat menghadiri acara ini sebagai upaya ikhtiar kami merawat kebudayaan Nusantara, karena ini harus kita jaga sebagai aset budaya Indonesia," ungkapnya.

Dikatakan Andree, kehadiran rombongan Ratu Pembayun-Tjakraningrat di Keraton Solo dalam acara 1 Suro mendapat sambutan lumayan baik. Selain itu, juga mendapatkan support dari beberapa elemen.

"Alhamdulillah tahun ini spesial, banyak dukungan dari beberapa ormas dan tokoh-tokoh seperti para Ulama Jawa Tengah, Banser, Pagar Nusa, Pemuda Pancasila, keturunan dari Merpati Putih, Laskar Tjakraningrat dari beberapa propinsi, Madura, Banten, DI Yogyakarta, Jatim, dan Jateng," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More