Rekomendasi

Kesejahteraan Masyarakat Kunci Utama Ketahanan Bangsa

Kamis, 12 September 2019 : 17.41
Published by Hariankota
SRAGEN - Ada tiga hal utama untuk memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketiga kunci utaa tersebut, antara lain, pertama, mewujudkan kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan dalam Alinea IV Pembukaan Undang Undang Dasar 1945.

Kesejahteraan tidak hanya menguntungkan pribadi atau golongan tertentu, tetapi harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia di kota dan pelosok pedesaan.

Kedua, Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana dimuat dalam sila ke 5 Pancasila. Keadilan ;harus menjadi nafas dalam setiap kebijakan pembangunan.

Keadilan harus menjadi ideologi dan pegangan dalam setiap pengambilan kebijakan pusat hingga daerah. Ketiga, Implementasi nilai-nilai Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, dalam setiap kehidupan, oleh semua komponen masyarakat dan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Hj. Laila Istiana DS S.E, anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional dalam pemaparannya dihadapan tokoh masyarakat dan penggerak kepemudaan di acara Sosialisasi empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, tanggal 14 Agustus 2019, di Kabupaten Sragen.

Sosialisasi kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang berwawaskan Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, disampaikan dihadapan 155 pesertayang terdiri dari Para Penggerak Pendidikan di Kabupaten Sragen Jawa Tengah.

Menurutnya, bangsa Indonesia lahir atas konsensus para pendiri bangsa, dengan menempatkan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai payung hukum berkehidupan berbangsa dan bernegara.

Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagau bentuk negara yang membersatukan beribu-ribu pulau dari Sabang sampai Merauke, Bhineka Tunggal Ika sebagai kekayaan bangsa yang menjadi semangat pemersatu meskipun berbeda-beda, dan Pancasila sebagai idiologi bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut telah puluhan tahun mempersatukan seluruh elemen bangsa untuk menuju cita-cita kemerdekaannya. Namun demikian, beberapa tahun terakhir nilai-nilai luhur tersebut terasa mulai luntur pada masyarakat,” tegasnya.

Saat ini, ujar politisi PAN tersebut, banyak keluhan dari masyarakat bahwa kehidupan masyarakat kecil makin terjepit dikarenakan beban ekonomi semakin tinggi.

Misalnya disebabkan oleh pencabutan subsidi BBM, Tarif dasar Listrik dan Gas. Sementara beberapa regulasi dan kebijakan pemerintah, justru dirasa hanya berpihak pada kalangan pengusaha besar.

“Pemerintah harus memperbaiki kondisi ini dengan mngeluarkan kebijakan yang lebih mengutamakan kepentingan masyarakat bawah,” pungkasnya. (adv) 

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :