Rekomendasi

Kontroversi Disertasi Hubungan Seksual non Marital, DSKS Minta Abdul Aziz Dipecat Sebagai Dosen

Senin, 09 September 2019 : 20.20
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) meminta kepada Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, mengambil langkah tegas, memecat Abdul Aziz sebagai dosen, lantaran disertasi gelar doktornya telah memicu kegaduhan masyarakat luas.

Disertasi tentang konsep Milk Al Yamin Muhammad Syahrur sebagai keabsahan hubungan seksual non marital, atau hubungan seksual tidak harus dilandasi perkawinan yang sah tersebut, dinilai menyimpang dari ajaran Islam yang jelas melarang perbuatan zina.

Dalam audensi dengan Rektor IAIN Surakarta, H. Mudofir di kampus setempat, Senin (9/9/2019), rombongan DSKS yang dipimpin Mu'inudinillah Basri selaku ketua, menyampaikan berbagai argumen dasar penolakan atas disertasi tersebut.

"Penulis disertasi salah memahami, atau menafsirkan makna budak di beberapa ayat Al-Qur'an. Dia memperluas maknanya menjadi semua orang yang diikat kontrak dalam hubungan seksual," kata Humas DSKS, Endro Sudarsono kepada hariankota.com usai audensi.

Referensi disertasi bukan dari ahli Agama (Ulama), mengingat Muhammad Syahrur kompetensinya bidang tehnik. DSKS menilai, ini bertentangan dengan UU Perkawinan No. 1, Tahun 1974, karena sama halnya membolehkan kumpul kebo, mut'ah dan mengarah zina.

"Kami telah sampaikan kepada rektor, agar membentuk tim khusus untuk membentengi penyebaran paham sesat dilingkungan IAIN. Membatasi gerak semua pihak yang diduga pelaku paham menyimpang yang bertentangan dengan Islam, dan Pancasila," ujar Endro.

Tentang alasan agar IAIN memecat Abdul Azis dengan tidak hormat, Endro mengatakan, agar yang bersangkutan diganti dengan dosen yang kredibel dari sisi akademis, mempunyai kepekaan sosial, memiliki tanggung jawab moral kepada bangsa, dan negara.

Atas permintaan itu, menurut Endro mengutip tanggapan Rektor IAIN Surakarta, pada prinsipnya yang bersangkutan sudah dipanggil untuk dilakukan pembinaan. "Namun untuk pemecatan, tadi disampaikan, bukan kewenangan rektor, tapi itu kewenangannya ada di Kementrian Agama RI," sebutnya.

Sementara, Dekan Fakultas Syariah IAIN Surakarta, M. Usman, menambahkan, juga akan melakukan upaya menindaklanjuti revisi tim penguji disertasi Abdul Aziz. "Beliau menjanjikan akan meninjau mata kuliah yang diampu oleh Abdul Aziz," tutup Endro.

Jurnalis : Sapto

Editor : Mahardika

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More