Rekomendasi

Kumpulkan Petani se Solo Raya, Mentan Perkenalkan Alat Pertanian Modern

Senin, 30 September 2019 : 18.41
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkenalkan sejumlah alat pertanian berteknologi modern kepada ratusan petani dari berbagai kelompok tani se Solo Raya di Desa Dalangan, Tawangsari, Sukoharjo, Senin (30/9/2019).

Bertempat di area persawahan kluster padi modern farming gapoktan tani mandiri, Mentan didampingi Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya menyaksikan demo sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) modern.

Dalam pantuan hariankota.com, sejumlah alsintan seperti, traktor, mesin pompa, cultivator, dan drone penebar benih maupun penyemprot pestisida, pada kesempatan ini di ujicoba melalui demo di area persawahan tersebut.

Kemajuan teknologi dan era pertanian 4.0 menuntut Kementan untuk fokus pada penyiapan SDM yang siap bersaing dan menciptakan SDM profesional di sektor pertanian.

"Saat ini bisa disebut pemuda milenial menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian," kata Amran.

Peran pemuda milenial ditekankan Mentan, ke depan akan lebih ditingkatkan lagi untuk menciptakan SDM profesional melalui pendidikan dan pelatihan di sektor pertanian.

Membangun pertanian memang amat penting. Terlebih di era revolusi industri yang ke-empat ini atau biasa disebut juga Industri 4.0. Revolusi industri ini ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomatis yang terintegrasi dengan jaringan internet.

"Dulu mengelola hasil panen butuh waktu 2-3 bulan. Tapi, dengan memanfaatkan teknologi, kita persingkat menjadi hanya 2-3 jam saja," terangnya. Sejalan dengan gagasan Presiden Joko Widodo, sektor pertanian perlu beradaptasi dengan teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan.

"Jika masih menggunakan cara manual, maka mustahil bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi," imbuhnya.

Oleh karenanya, gegap gempita pertanian 4.0 harus diiringi kesiapan sumber daya manusia dan perubahan paradigma berfikir untuk terus maju membangun sektor pertanian sebagai penggerak perokonomian rakyat, dan tulang punggung ekonomi masyarakat Indonesia.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayuwati

Share this Article :