Rekomendasi

Kunjungi Waljinah, Ganjar Kagum Koleksi Batik Galery Walangkekek

Selasa, 10 September 2019 : 22.22
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Senda gurau, gelak tawa mewarnai pertemuan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan legenda penembang (penyanyi-red) langgam Jawa, Waljinah di galery batik Walangkekek, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Selasa (10/9/2019) petang.

Pantauan hariankota.com, suasana penuh keakraban mengalir saat Waljinah didampingi menantu perempuannya, mengisahkan sejarah beberapa batik koleksinya.

Dari batik yang pernah dipakai saat pentas pada Tahun 1955, pentas di Suriname Tahun 1972, hingga batik yang dikenakan saat bernyanyi dihadapan Presiden RI pertama, Ir Soekarno.

"Hari ini, saya dirumah (galery) batik Walangkekek. Melihat koleksi batik, dimana salah satunya, ada batik atau kain jarit koleksi Bu Waljinah yang dulu pernah dipakai semasa pentas didepan Bung Karno. Ini seperti museum kecil dengan koleksi batik yang dulu pernah dipakai beliau," kata Ganjar.

Ganjar pun mengapresiasi atas tujuan dibuatnya galery batik yang dikelola menantu perempuan Waljinah ini. Tujuannya disebutkan untuk ikut melestarikan batik sebagai warisan budaya, khususnya milik Waljinah.

Pilihan nama galery Walangkekek diambil dari judul tembang Jawa yang sangat populer, dan begitu melekat dengan figur Waljinah sebagai penembangnya.

"Satu, (yang menarik) ada cerita tidak hanya sekedar batiknya, tapi legenda Waljinahnya. Maka, kalau boleh saya menyarankan, tiap koleksi dikasih narasi cerita. Misalnya batik Athena, sejarahnya dulu pernah dipakai pentas di Athena. Dikasih nama sesuai tempat pertunjukannya," ujarnya.

Mengingat koleksi tiap batik yang pernah dipakai Waljinah hanya ada satu, dan sifatnya eksklusif, maka Ganjar menyarankan, ketika ada masyarakat yang ingin memilikinya bisa dibuatkan lagi mirip seperti koleksi Waljinah. Sehingga eksklusifitas batiknya tetap ada.

"Jadi, ini tidak hanya sekedar nguri - uri (melestarikan-Red), tapi namanya mengembangkan seni batik, kerajinan batik tulis, yang rata - rata dalam pengerjaannya butuh waktu sekira 4 bulan untuk 1 lembarnya.

Mungkin orang luar bertanya, apa sih istimewanya batik. Tidak seperti kain yang tinggal diprint, selesai. Ternyata gerakan tangan saat membuat coretan diatas kain itulah istimewanya batik," tandas Ganjar.

Pengerjaan batik yang butuh waktu lama tersebut, menurut Ganjar ada nilai filosofinya, ada kerja budayanya. Pemikiran, konsep dan kesabaran para pengrajin batik tulis, dalam pandangan Ganjar sangat luar biasa. Tak heran jika kain batik banyak disuka oleh warga negara diluar Indonesia.

"Ini sebuah kerja yang bisa dipakai untuk diplomasi seni dan budaya. Sekarang batik tidak lagi representasi daerah, seperti Solo, Klaten, Banyumas, tapi sudah mewakili ciri khas tingkat desa," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More