Rekomendasi

Mantan Sekda Solo Tertipu Pengusaha Berkedok Bangun Pabrik

Senin, 23 September 2019 : 20.13
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Nasib apes menimpa mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Supradi Kertamenawi. Ia menjadi korban penipuan seorang pengusaha yang telah ditolongnya mengurus perijinan mendirikan pabrik.

Pengusaha berinisial RBW (25) warga Jalan Seruni, Langenharjo, Grogol, Sukoharjo tersebut, kini, sejak 25 Juli lalu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimum Polda Jateng, namun belum dilakukan penahanan.

Akibat kasus ini, Supradi mengaku menderita kerugian materiil sekira Rp 6,5 miliar. Selain itu, ia juga masih menanggung beban atas tidak terealisasinya janji pembangunan pabrik.

Oleh penyidik Polda Jateng, sejumlah saksi, bertempat di Polsek Bendosari, Polres Sukoharjo, Senin (23/9/2019) di minta keterangannya untuk menguatkan bukti atas perbuatan tersangka.

"Bermula sekira dua tahun lalu, saat R meminta bantuan saya mencarikan lahan sekaligus ijin mendirikan pabrik di daerah Kecamatan Bendosari. Saat itu dia meminta bantuan saya menguruskan izin zona lahan untuk industri," bebernya.

Mengingat dengan orangtua tersangka sudah kenal baik, maka permintaan itu oleh Supradi disanggupi. Bahkan untuk biaya selama proses mengurus izin, tersangka juga meminta dibayari dulu, dan dijanjikan akan diganti.

"Setelah keluar izin zona itu, ternyata si R ini masih minta tolong saya untuk meminjamkan sebagian sertifikat milik warga yang lahannya dijanjikan mau dibeli. Alasannya untuk cari pinjaman modal ke bank," sebutnya.

"Tersangka ini nakal, kan izin itu harus atas nama pemilik lahan. Maka minta tolong kepada saya untuk mendapatkan izin dari petani. Dengan perjanjian, saya diminta nomboki (bayar-Red) dulu pembelian lahan sebesar 30 % dari harga yang disepakati," ungkapnya.

Kepada hariankota.com, dan awak media lain, Supradi mengatakan, rencananya, lahan yang akan dibeli tersangka luasnya sekira 4,5 hektar. Lahan seluas itu menurutnya merupakan gabungan milik 20 petani.

"Tapi setelah uang pinjaman dari bank sebesar Rp 75 miliar cair, tidak digunakan untuk membayar petani pemilik lahan. Lha, saya kan akhirnya kena penalti sama petani - petani ini, karena mereka tahunya hanya saya," ujarnya.

Pada awal dilaporkan, tersangka saat diperiksa sempat mengelak telah minta tolong kepada Supradi. Namun dengan bukti berkas perizinan yang diurus Supradi semua atas nama tersangka, maka polisi meningkatkan status R dari terlapor menjadi tersangka penipuan.

Saat dikonfirmasi disela pemeriksaan sejumlah saksi di Mapolsek Bendosari, Polres Sukoharjo, Kapolsek Bendosari AKP Zunaidi, mengatakan, pihaknya tidak berwenang memberi keterangan terkait pemeriksaan.

"Kami hanya memfasilitasi tempat saja. Soal kasus apa dan yang lainnya, mohon maaf itu bukan kewenangan kami untuk menyampaikan," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :