Rekomendasi

Namanya Disebut, Penghuni Rutan Wonogiri Membantah Terlibat Peredaran Sabu di Sukoharjo

Jumat, 20 September 2019 : 22.30
Published by Hariankota
WONOGIRI - Pengakuan dua tersangka pengedar narkoba jenis sabu, K (39) dan AS (50), tahanan Satresnarkoba Polres Sukoharjo yang menyebut, dalam memasarkan sabu diatur oleh seorang penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Wonogiri mendapat bantahan.

Pria berinisial D alias Sogol, warga binaan Rutan Kelas II B Wonogiri yang disebut, dengan tegas membantah, dan menyatakan tidak menggenal para tersangka.

“Saya tidak kenal tersangka kasus narkoba di Sukoharjo. Sama sekali tidak kenal,” jelasnya saat dihubungi awak media, didampingi Kepala Rutan Kelas II B Wonogiri Urip Dharma Yoga, dan Kepala Pengamanan Rutan Kelas II B Wonogiri, Agus Susanto, Jum'at (20/9/2019).

Sogol saat ini tengah menjalani hukuman karena divonis bersalah dalam kasus kriminal sebagai penadah sepeda motor curian. Bukan kasus pidana narkoba. “Saya dihukum 1,3 tahun. Sebelumnya di lapas Solo dan saat ini di Rutan Wonogiri,” terangnya.

Setelah ramai diberitakan media massa, salah satunya hariankota.com, Agus selaku Kepala Keamanan Rutan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Sukoharjo dan Polres Wonogiri.

"Dia (Sogol-Red), sudah diperiksa dan menjalani tes urine. Hasilnya negatif, dan mengaku tidak kenal dengan para tersangka," jelasnya.

Hari ini, kata Agus, Sogol mendapatkan SKCB (Surat Keterangan Cuti Bersyarat), dan nanti mendapatkan bimbingan balai pemasyarakatan. Jika tak ada perubahan, Sogol akan bebas pada tanggal 26 Desember 2019 mendatang.

Sebagai langkah antisipasi mencegah masuknya narkoba ke dalam Rutan, sedikitnya 7 petugas berlapis disiagakan untuk penggeledahan pengunjung, baik badan dan barang.

"Barang-barang seperti, handphone, korek api, minuman cair, shampo botolan, handbody, hingga kacang kulit tidak boleh masuk," tukasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :