Rekomendasi

Oplos Gas, Karyawan SPBBE Ini Diamankan Polisi

Rabu, 04 September 2019 : 15.53
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Karena ingin memperoleh penghasilan lebih, AM, salah satu karyawaan stasiun pengisian bahan bakar bulk elpiji (SPBBE) Jetis Jaten, harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Satuan reserse dan kriminal (Sat Reskrim) Polres Karanganyar, mengamankan yang bersangkutan, karena diduga menyalahgunakan gas elpiji bersubsidi. Selain mengamankan AM, tim Sat Reskrim juga mengamankan SN, penjual gas oplosan yang dilakukan AM.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya diamankan di Mapolres Karanganyar, berikut barang bukti, berupa puluhan tabung gas serta satu unit kendaraan yang digunakan untuk menjual gas oplosan ini.

Kapolres Kranganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, yang didampingi Kasat Reskrim, AKP Dwi Haryadi, kepada hariankota.com serta awak media lain, dalam gelar perkara, Rabu (04/09/2019), mengatakan, terungkapnya kasus ini, setelah sebelumnya aparat kepolisian, menerima informasi dari masyarakat yang merasa curiga dengan tabung gas ukuran 12 kilogram yang dbeli dari SN, selaku penjual.

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya petugas berasl mengamankan AM. Dari hasil pnegmebnagan penyelidikan, tim mengamankan SN, yang bertindak sebagai penjual gas hasil oplosan AM.

"Anggota Satreskrim berhasil mengamankan AM dan SN di rumahnya, setelah sebelumnya menerima informasi dari masyarakat mengenai penjualan gas elpiji oplosan ini,” terang Kapolres, Rabu (04/09/2019).

Dalam menjalankan aksinya, dengan menggunakan alat sederhana, ia mengoplos dengan cara menyuntikkan gas ke tabung elpiji ukuran 12 kilogram (non-subsidi) untuk mendapatkan laba yang besar, dan telah dilakukan AM sejak akhir tahun 2018 hingga bulan September 2019.

Kedua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini, lanjut Kapolres, dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 62 jo pasal 8 UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, pasal 55 dan atau pasal 53 huruf d UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (penyalahgunaan subsidi pemerintah), dengan ancaman enam tahun penjara serta denda Rp60 miliar.

Sementara itu, AM, mengaku, melakukan aksinya seorang diri dan saat mengoplos gas 3 kilogram ke gas 12 kilogram dan dilakukan di dalam kamar mandi. Dijelaskannya, 4 tabung gas ukuran 3 kilogram, dijadikan satu ke tabung gas ukuran 12 kilogram.

Hasil oplosan kemudian dijual kepada SN dengan harga Rp110.000 kepada SN. Sementara itu, SN, menjual kembali gas oplosan ini, kepada masyarakat dengan harga Rp135.000. Ditambahkannya, keuntungan yang diperoleh Rp50.000 setiap tabung.

"Saya oplos sendiri di rumah. Laba satu tabung Rp 40-50 ribu, hasilnya saya buat modal beli tabung lagi dan kebutuhan sehari-hari," katanya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More