Rekomendasi

Pagelaran Budaya Grebeg Lawu, Ini Pesan Moral yang Disampaikan

Rabu, 25 September 2019 : 17.09
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Sebanyak 33 Karya Seni budaya ditampilkan dalam gelar budaya Gerbeg Lawu 2019 yang digelar di Terminal Tawangmangu Kabupaten Karanganyar.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua umum Seniman Karanganyar (SEKAR) Joko Dwi Suranto mengungkapkan, festifal Grebeg Lawu ini, menampilkan berbaai kesenian yang berasal dari 17 Kecamatan yang ada.

Menurutnya, dalam pagelaran seni budaya tahun ini, bebeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini,gelar budaya melibatkan para seniman yang berasal dari luar Karanganyar, seperti seniman Bojonegoro, Bali, Boyolali, Sragen, Banyumas, Sukoharjo bahkan Papua.

Joko menjelaskan, tujuan melibatkan Seniman dari luar kabupaten karanganyar ini, agar memberikan wawasan dan edukasi baik bagi masyarakat maupun anggota SEKAR.

“Para seniman luar daerah ini, merupakan mahasiswa dan seniman dari berbagai komunitas yang tinggal di Karanganyar,” kata Joko, Rabu (25/09/2019).

Joko menambahkan gelar budaya kali ini didominasi pagelaran teater tradisi yang menggambarkan sejarah, cerita dan juga memiliki dialog untuk memberi suasana baru pada pagelaran seperti salah satu penampil yang mengkolaborasikan tarian dengan wayang kulit.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Tarsa, menyatakan, pagelaran seni budaya yang dikemas dalam Grebeg Lawu ini, dalam rangka memperingati HUT ke 102 Karanganyar pada bulan November mendatang.

Menurut Tarsa, pagelar seni budaya ini akan digelar selama 4 hari dan akan berakhir pada tanggal 28 September 2019 mendatang.

“Ini salah satu rangkaian acara peringatan HUT Karanganyar. Kita menampilkan berbagai kesenian tradisional dari masing-masing kecamatan seta dari berbagai daerah lainnya,” kata Tarsa, Rabu (25/09/2019).

Selain sebagai kegiatan awal HUT Karanganyar, Trasa menjelaskan, dalam pagelaran seni budaya ini, Pemkab Karanganyar menyampaikan sejumlah pesamn moral, bahwa kebudayaan akan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dengan budaya, kerukunan semakin kokoh dan seni akan menimbulkan rasa nasionalisme yang kuat,” tandasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More