Rekomendasi

Pilkada Solo 2020, PDI Perjuangan Tak Masalah Jika Gibran Maju Lewat Jalur Lain

Minggu, 22 September 2019 : 15.05
Published by Hariankota
SOLO - Peluang Gibran Rakabuming Raka jika maju sebagai bakal calon Walikota Solo pada Pilkada 2020 lewat DPC PDI Perjuangan Solo, sepertinya sudah tertutup.

Partai berlambang Banteng moncong putih tersebut, telah memutuskan Achmad Purnomo yang saat ini menjabat Wakil Walikota, dan Teguh Prakosa Sekretaris DPC PDI Perjuangan Solo, sebagai bakal calon walikota dan wakilnya.

Informasi yang didapat hariankota.com, kedua nama bacalon walikota dan wakilnya itu, dihasilkan melalui mekanisme penjaringan tertutup. Hal ini sesuai aturan yang memang berlaku di PDI Perjuangan.

Mengacu Pasal 10 ayat 4 SK DPP PDIP No. 24 tahun 2017, dijelaskan, penjaringan balon kepala daerah secara tertutup, jika perolehan suara partai lebih dari 25%, atau perolehan kursi partai lebih dari 20% pada pemilu legislatif terakhir.

Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo tidak mempermasalahkan jika putra sulung Presiden Joko Widodo serius maju menjadi calon Walikota Solo dengan jalur diluar partainya.

"Tidak masalah, mau maju lewat jalur partai maupun independen. PDIP sudah sering berkompetisi, kami sudah siap," kata Rudy sapaan akrabnya, saat ditemui awak media, Minggu (22/9/2019).

Meski mengaku tidak khawatir, namun menurutnya PDIP akan benar-benar diuji jika Gibran akhirnya memutuskan maju mencalonkan diri.

"Semisal Gibran maju, ya, saat itu juga PDIP diuji. Kami tidak khawatir, PDIP sudah (biasa) digempur berpuluh-puluh tahun, kami siap," tegasnya.

Sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, Rudy tetap bertekad akan memenangkan calon yang telah diputuskan secara resmi melalui mekanisme partai dari tingkat bawah hingga atas.

"Tetap saya akan memenangkan jago kami, siapapun lawan kami," tegasnya. Atas keputusan partainya itu, Rudy pun tidak takut hubungannya dengan kader-kader partai, tak terkecuali dengan Presiden Jokowi menjadi renggang.

"Saya itu orangnya bisa memilah dan memilih, proses politik ya politik, proses untuk masyarakat ya masyarakat. Jadi ya, kita harus bisa memilah dan memilih," tandasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More