Rekomendasi

Polres Pastikan Arca Eyang Boncolono Bukan Benda Cagar Budaya

Rabu, 04 September 2019 : 19.57
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Kepolisian resor (Polres) Karanganyar, memastikan, arca Raden Eyang Boncolono yang sempat dicuri oleh oleh AB, warga Maospati, Kabupaten Magetan, bukan benda bersejarah.

Hal tersebut ditegaskan Kapolres Karanganayar, AKBP Catur gatot Efendi, dalam ungkap kasus, Rabu (04/09/2019).

Menurut Kapolres, patung Eyang Boncolono, oleh masyarakat Dusun Tlogodlingo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, merupakan pemberian dari seseorang warga Sukoharjo. Patung tersebut, jelas Kapolres, dibangun pada tahun 2006 lalu.

“Patung ini bukan benda bersejarah atau cagar budaya. Patung tersebut pemberian warga asal Sukoharjo,” jelas Kapolres.

Mengenai motif tersangka AB mencuri kepala arca tersebut, lanjut Kapolres, untuk dijual kepada pihak lain, namun keburu diamankan aparat kepolsian sektor (Polsek) Tawangmangu.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka berniat untuk menjual patung tersebut,” tandas Kapolres.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, aksi pencurian benda bersejarah berupa kepala arca di Sendang Bancolono, yang berada di Tlogodlingo, Rt 04 Rw 07, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, yang terjadi pada hari Jumat (23/08/2019), berhasil digagalkan warga sekitar.

Para pelaku yang terdiri dari 3 orang,yakni, AB, SH dan AH serta melibatkan satu anak kecil, berikut barang bukti berupa kepala patung, sebuah palu besar, slempang, warna hitam bergaris, serta satu unit mobil jenis Honda warna merah Nopol AE 1912 BX.

Bedasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, akhirnya penyidik menetapkan AB yang berprofesi sebagai petugas keamanan di salah satu perusahaan batubara di Kalimantan, menjadi tersangka.

Atas perbuatannnya, tersangka AB dijerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman 7 tahun penjara. Saat ini, AB dititipkan di lembaga pemsyarakat (LP) Klas I Surakarta.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More