Rekomendasi

Sah, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Resmi Menyandang Gelar Doktor Honoris Causa

Jumat, 20 September 2019 : 18.16
Published by Hariankota
SOLO - Panglima TNI TNI Marsekal Hadi Tjahjanto secara resmi menyandang gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Caisar (HC) dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Penyematan gelar Doktor Honoris Causa pada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ini dilakukan langsung di Auditorium GPH Haryo Mataram oleh Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho.

Usai menerima gelar Doktor Honoris Causa dari UNS, Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dari UNS ini merupakan suatu kehormatan bagi dirinya.

"Baru saja saya mendapatkan gelar kehormatan dimana saya juga memberikan satu paparan terkait membangun sumberdaya manusia unggul untuk menghadapi satu era yaitu era perubahan," papar Panglima usai pemberian gelar di Universitas Sebelas Maret, Solo, Jumat (20/9/2019).

Menurut Panglima, pembangunan Sumber daya sangat penting bagi Indonesia. Apalagi sesuai dengan prediksi, Indonesia di tahun 2045 nanti akan menjadi negara terbesar nomer 4 dalam bidang ekonomi.

Kemudian yang kedua, ungkap Panglima, bonus demografi Indonesia itu akan terjadi pada tahun 2036 Dimana diprediksi jumlah penduduk Indonesia mencapai 320 juta jiwa Dan 50 persen dari penduduk tersebut adalah usia produktif.

"Saat ini kita masuk kepada era revolusi industri 4.0. Dan tidak lama lagi kita juga akan menuju lompatan industri 4.1, 2 dan berikutnya. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan Indonesia?

Untuk itu saya memiliki satu pemikiran bahwa kunci dari semua keberhasilan itu adalah pendidikan. Karena lewat pendidikan bisa membangun sumber daya manusia yang unggul," terangnya.

Dan yang terpenting, ungkap Panglima, bangsa Indonesia harus mampu menghadapi tantangan global dalam rangka berkompetisi dan merealisasikan apa yang telah diprediksi bahwa Indonesia akan masuk 4 ekonomi besar di dunia.

"Dan kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya bonus demografi tersebut. Karena bonus demografi itu tidak setiap dekade kita menerimanya. Dalam satu putaran adalah hanya satu seperti negara-negara yang lain.

Oleh sebab itu jangan sampai bonus demografi yang nanti jatuh pada 2036 kita tidak mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan kesiapan kesiapan itu mulai sekarang," ujarnya.

Salah satunya dengan cara memberikan pendidikan wilayah perbatasan (remote area) dengan memberikan pendidikan yang dilaksanakan oleh personil TNI termasuk pelayanan kesehatan memperhatikan gizi buruk sehingga masyarakat bisa terhindar dari stanting untuk menjadikan sumber daya manusia yang unggul tidak akan terganggu karena mereka semuanya sehat.

Karena anak-anak yang ada di wilayah termasuk wilayah remote (remote area) memerlukan rule model.

Dan kehadiran TNI dengan postur yang gagah dan akan memberikan kepada mereka berkeinginan menjadi seorang yang gagah seperti TNI bukan hanya gagah fisik namun sehat dan tentunya adalah smart.

"Itulah harapan kita, harapan kita semua untuk bisa menuju Indonesia emas tahun 2045. Itulah kira-kira paparan saya terkait gelar kehormatan yang diberikan kepada saya," pungkasnya.

Sumber: Okezone

Editor: Rahayuwati

Share this Article :