Rekomendasi

Serius, Erick Thohir Jajaki Peluang Ambil Alih Persis Solo

Sabtu, 21 September 2019 : 20.15
Published by Hariankota
SOLO - Tertantang mengembalikan kejayaan klub sepakbola Persis Solo, Erick Thohir, salah satu pengusaha nasional yang juga mantan Presiden klub sepakbola Italia, Internazionale Milan serius menjajaki peluang menjadi investor klub berjuluk Samber Nyawa.

Pria yang kini juga mengelola klub sepakbola divisi 3 liga Inggris, Oxford United ini, begitu datang ke Kota Solo, langsung menemui Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, ditemani salah satu pendiri PT Persis Solo Saestu, Her Suprabu, Sabtu (21/9/2019).

Kepada hariankota.com dan awak media lain, Erick menjelaskan, pertemuan di Loji Gandrung, rumah dinas Walikota Solo, selain membahas peluang mengelola Persis Solo, juga bentuk penghormatannya sebagai tamu, untuk bersilaturahmi dengan tuan rumah.

"Saya melihat, Kota Solo ini memiliki sejarah luar biasa buat republik (Indonesia). Pertumbuhannya secara ekonomi, sekarang juga sangat membaik. Pariwisatanya kalau dibangun benar, juga baik. Lalu, ada lapangan baru (Stadion Manahan -Red).

Kapasitasnya, pas lagi. Maka, sayang sekali kalau nggak punya klub (sepakbola), dalam tanda kutip ya (minim prestasi-Red)," tuturnya.

Diakui Erick, klub sepakbola yang berdiri sejak 1923, dengan suporter fanatik Pasoepatinya ini merupakan klub dengan sejarah panjang di Indonesia.

Dikatakan, dalam catatan sejarah sepakbola tanah air, Persis Solo pernah juara tujuh kali sebelum Indonesia menyatakan proklamasi kemerdekaan.

"Makanya dari awal saya bilang mau datang kesini kalau didukung. Kalau nggak (ada dukungan), jangan. Karena nggak mungkin, saya akan berhasil. Jadi, seperti itu, ada sesuatu yang saya lihat.

Sama seperti Oxford United. Bagus, punya fasilitas, tapi divisi 3, ya nggak apa-apa. Pelan - pelan," ujarnya.

Perlu proses panjang, tidak hanya bicara ego pribadi, melainkan soal komitmen dedikasi, untuk menjadikan Persis Solo sebagai tim yang betul-betul dikelola secara profesional.

Persis, dengan segala potensinya, dapat belajar banyak dari Inter Milan, DC United, hingga Oxford United.

"Kenapa sepakbola jadi olahraga nomor satu dunia. Karena unsur kegeramannya luar biasa. Maka, nawaitu (niat-Red) saya ingin membantu, bukannya menggurui atau mengajari. Ada kontribusi yang bisa saya berikan, Insya Allah tujuannya baik," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Irawan

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More