Rekomendasi

Soal Desa Cagar Budaya, Bupati Tantang Mendikbud Lakukan Kajian

Selasa, 10 September 2019 : 16.29
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Bupati Karanganyar mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) segera melakukan kajian ulang mengenai penetapan 7 Desa dari 13 desa yang berada di Kecamatan Gondangrejo, sebagai kawasan cagar budaya nasional.

Ke tujuh Desa tersebut adalah, Desa Tuban, Desa Krendowahono, Desa Dayu, Desa Rejosari, Desa Bulurejo, Desa Jeruksawit serta Desa Wonosari. Disisi lain, Dalam Perda RT RW disebutkan, hanya Desa Dayu, merupakan satu-satunya desa cagar budaya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, kepada hariankota.com serta awak media lain, usai rapat koordinasi PBB P2, Selasa (10/09/2019) menyatakan, penetapan Desa Dayu sebagai cagar budaya, berdasarkan kajian teknis, serta dari kajian soal cagar budaya.

Sedangkan desa lain yang ada disekitarnya, ujar bupati, tidak termasuk cagar budaya.

“Jika desa di luar Desa Dayu masih ditetapkan sebagai cagar budaya, maka dampaknya, desa tersebut tidak dapat dimanfaatkan dan dikelola masyarakat dan tidak bisa diperuntukkan untuk apapun, ini namanya pemiskinan massal. Untuk itulah kita hanya mengusulkan Dayu saja sebagai kawasan cagar budaya,” tegas bupati.

Ditambahkan bupati, Pemkab segera mengirimkan surat kepada Mendikbud, sebagai penegasan untuk melakukan kajian. Sehingga warga dan Pemkab Karanganyar, dapat memanfaatkan lahan untuk kemajuan pembangunan desa.

“Kendalanya SK menteri dan SK gubernur. Secara tekniskan tidak bisa kita langgar. Tetapi, tetap tidak akan merubah Perda RT RW yang baru dan menyatakan, hanya Dayu yang ditetapkan sebagai cagar budaya,” tandasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More