Rekomendasi

Tagihan PBB di Karanganyar Baru Mencapai 48,33 Persen

Selasa, 10 September 2019 : 16.19
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Menjelang jatuh tempo, tagihan pajak bumi dan bangunan (PBB) Karanganyar baru mencapai Rp13,916 miliar atau hanya 48,33 persen dari total target yang ditetapkan Rp28 miliar.

Hal tersebut dikatakan pelaksana tugas Badan Keuangan Daerah (BKD), Narimo, dalam rapat koordinasi PBB Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) Selasa (10/09/2019).

Menurut Narimo, sejumlah faktor ikut mempengaruhi penurunan realisasi pungutan pajak tahun 2019 ini, diantarnya, sistem pembayaran PBB yang tidak simple, sehimgga berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat terhadap petugas pemungut pajak.

Faktor lain yang juga ikut mempengaruhi, lanjut Narimo, karena dalam pemungutan PBB oini, para petugas tidak mendapatkan honor, karena pengganti honor telah dialokasikan dalam bentuk hadiah lunas pajak yang didasrkan pada kinerja minimal mencapai 75%.

“Untuk tahun ini, memang mengalami penurunan. Untuk mempercepat pemasukan PBB kami mengambil langkah jemput bola penagihan PBB ke perusahaan dan desa yang persentasenya masih rendah. Kami juga melakukan bulan panutan pajak pembayaran PBB,” kata Narimo.

Sementara itu, bupati Karanganyar, Juliyatmono, tetap optimis tagihan PBB tahun 2019 ini, dapat terealisasi. Menurut Bupati, secara umum, masyarakat Karanganyar selalu tepat waktu saat membayar PBB.

Sedangkan untuk perusahaan, dan lahan milik warga di luar Karanganyar, meski agak terlambat, tetap melunasi tagihan PBB mereka.

"Masyarakat kita selalu tertib dan membayar tetap waktu. Yang besar biasanya milik perusahaan, juga pasti terbayar. Dan biasanya mereka membayara di akhir tahun. Meski demikian, mereka terus kita ingatkan dan kita berikan surat pemberitahuan,” ujar bupati.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Rahayuwati

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More