Rekomendasi

Terapkan Sistem Zona, Tarif Parkir Karanganyar Naik

Sabtu, 28 September 2019 : 18.23
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Dinas perhubungan (Dishub) Karanganyar, mulai awal tahun depan, akan menerapkan sistem zonasi parkir. Zonasi parkir ini akan dibagi menjadi dua, zona A dan zona B.

Penerapan zona parker ini, juga akan diikuti dengan kenaikan tarif parkir.

Kepala seksi (Kasi) Pengelolaan Parkir Dishub PKP, Supriyanto, mengatakan, sistem zonasi ini akan diterapkan berdasarkan Perda nomor 7 tahun 2017 tentang perubahan kedua Perda nomor 4 tahun 2012 tentang retribusi jasa umum.

Menurut Supriyanto, lokasi parkir yang ditetapkan dalam zona A meliputi, Taman Pancasila, area depan SDN 1 Karanganyar, sekitar Taman Pancasila sampai SMK Wikarya, ruas jalan dari Taman Pancasila sampai Pasar Jungke, seputar Alun-alun Karanganyar, jalan sepanjang CFD, di Pasar Karangpandan, wilayah Kecamatan Tawangmangu, Desa Ngringo, dan Kecamatan Colomadu.

Sedangkan untuk titik parkir yang masuk zona B adalah titik parkir di seluruh kecamatan yang tidak masuk zona A.

“Sebelumnya kita tidak menerapkan zonasi, karena masih menggunakan Perbub Nomor 122 Tahun 2016. Penerapan zona ini, juga akan diikuti kenaikan tarif parkir pada zona A, untuk menambah pendapatan asli daerah,” katanya, Sabtu (28/09/2019).

Jumlah kenakan tarif parkir tersebut, ungkapnya, dalam Perda 122 tahun 2016, besaran tarif parkir untuk sepeda motor sebesar Rp1000, mobil Rp2000, mikro bus/truk Rp3000 seta gandengan/tronton Rp5000.

Sedangkan dalam Perda No 7 tahun 2017 tentang perubahan retribusi jasa umum, terjadi kenaikan. Untuk tarif parkir di zona A, sepeda motor Rp2000, mobil Rp3000, mikro bus/truk Rp5000, gandengan/tronton Rp7000.

Sedangkan untuk tarif parkir di zona B masih sama, yakni, sepeda motor Rp1000, mobil Rp2000, mikro bus/truk Rp3000 dan gandengan/tronton Rp5000.Ditambahkannya, Terdapat 279 titik parkir yang tersebar di seluruh kecamatan.

Rencana kenaikan tarif parkir ini, mendapat tanggapan dari Masyarakat Handarbeni Karanganyar (Mahaka). Koordinator Mahaka, Kiswadi Agus, kepada hariankota.com melalui telepon selularnya, meminta dinas terkait untuk menunda kenaikan tarif parkir tersebut.

“Sebaiknya ditunda dulu. Jangan menaikkan tarif dulu. Sebaiknya menertibkan pemasukan parkir yang selama ini tidak jelas, serta tidak ada transparansi jumlah pemasukan,” kata Agus, Sabtu (28/09/2019).

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :