Rekomendasi

Terdesak Kebutuhan, Karyawati Ini Nekat Gelapkan Uang Perusahaan

Kamis, 12 September 2019 : 17.33
Published by Hariankota
BOYOLALI - Seorang karyawati bagian akunting inisial PH (28), warga Bhayangkara, Siswodipuran, Boyolali harus berurusan dengan polisi lantaran diduga telah menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja hingga mencapai Rp. 1 miliar lebih, tepatnya Rp.1.214.999.980,80.

Sebagai Senior Staff Accounting yang memilki tugas pokok, salah satunya secara rutin melakukan pemindahan dana perusahaan dari Bank CIMB ke Bank BCA.

Tersangka dengan sengaja, menyalahgunakan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri dengan menggelapkan dana tersebut. Alasannya terdesak kebutuhan hidup.

Dalam rilis kasus yang digelar di salah satu rumah makan daerah Mojosongo, Boyolali, Kamis (12/9/2019), Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro menyampaikan, aksi dugaan penggelapan, dilakukan tersangka pada 2017 silam.

"Tersangka telah melakukan penarikan dana perusahaan sebanyak 4 kali. September 1 kali, dan Oktober 3 kali. Dari perbuatan tersangka, setelah dilakukan audit internal, PT PCSG yang beralamat di Mojosongo, Boyolali mengalami kerugian Rp.1 miliar lebih," kata Kapolres kepada hariankota.com dan awak media lain.

Dalam aksinya, penarikan uang dari CIMB dalam bentuk dolar yang seharusnya dipindahkan ke BCA, kedua rekening milik perusahaan yang sama tempat tersangka bekerja.

Uang yang sudah ditarik tersebut, ternyata tidak disetorkan tersangka seperti yang seharusnya. Uang dipakai oleh tersangka sendiri. Setidaknya, dari barang bukti yang berhasil diamankan, uang dipakai tersangka untuk membeli bermacam perlengkapan rumah tangga.

Diantaranya membeli televisi, kulkas, mesin cuci, kompor gas, furniture berupa 1 set sofa, handphone, mixer kue, kereta dorong bayi, oven listrik, almari kayu, sepatu, jemuran baju, lampu gantung hias, hingga untuk membayar angsuran kredit rumah.

"Kami juga mengamankan barang bukti hasil audit perusahaan, rekening koran BCA, rekening koran CIMB ,dan laporan keuangan yang telah dipalsukan," ujar Kapolres.

Atas perkara yang dilaporkan oleh manajemen perusahaan pada September 2018, dan hasil perintah penyidikan yang dikeluarkan pada Agustus 2019. Tersangka yang telah menikah dan memiliki 2 anak ini, dijerat Pasal 374 KUHP, dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.

"Ancamannya, pidana penjara maksimal 5 tahun," pungkas Kapolres.

Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More