Rekomendasi

Tersangka Pelaku Arisan Online Bodong, Bantah Omsetnya Miliaran

Senin, 02 September 2019 : 18.33
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Tersangka pelaku arisan online bodong, TR (29), warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo membantah jika dana yang telah dihimpun dari sejumlah korbannya mencapai sekira Rp. 5 miliar.

"Nggak, nggak sampai 5 miliar. Paling 1 miliar lebih sedikit," jawab tersangka, saat ditanya Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi dalam rilis ungkap kasus di Mapolres Sukoharjo, Senin (2/9/2019).

Tersangka TR jadi pesakitan, terjerat Pasal 378 atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ia terancam kurungan penjara selama - lamanya 4 Tahun, setelah dilaporkan seorang korban, perempuan inisial UG alias Gendhis (22) warga Sukoharjo.

Korban telah ikut arisan online sejak September 2018 lalu, dan berjalan dengan baik hingga bulan Maret 2019. Tanpa menaruh curiga, korban kemudian tertarik ikut dua slot, dengan membayar Rp 4,95 juta, dengan dijanjikan akan mendapat Rp.30 juta.

Bermula pada Mei 2019, tersangka menawarkan kepada korban untuk menggantikan arisan dari peserta lain yang mengundurkan diri. Namun dalam arisan ini, korban dan peserta yang mengundurkan diri belum pernah dipertemukan.

“Tersangka hanya bermodal broadcast melalui Whatsapp. Kelompok arisan ini tidak pernah bertemu, transaksi dilakukan melalui transfer ATM. Maka bisa dikatakan jika peserta arisan lain yang ditawarkan untuk digantikan itu fiktif,” sebut Kapolres.

Dalam transaksinya, tersangka menggunakan ATM milik adiknya, hanya saja dalam kasus ini adik tersangka tidak terlibat. Adik tersangka tidak mengetahui apa-apa, terkait sepak terjang kakaknya.

Melalui aksinya ini, tersangka saat ditanya Kapolres mengaku telah menghimpun peserta sebanyak 25 orang. Rata - rata adalah sesama perempuan yang dikenal tersangka semasa memiliki usaha butik.

"Tersangka ini kan pernah memiliki butik, sehingga temannya banyak, lalu diajak ikut dalam kelompok arisan yang dia buat," terang Kapolres.

Kepada kricomnews.com Kapolres menyampaikan, sebelum ditangkap Satreskrim Polres Sukoharjo, tersangka yang tahu dirinya dilaporkan polisi, tidak berani pulang kerumah. Ia selalu berpindah-pindah tempat.

"Kadang tidur di hotel, kadang tidur di rumah temannya. Bukan disembunyikan temannya. Alhasil, tersangka dapat ditangkap saat dalam perjalanan di kawasan Banaran Grogol Sukoharjo, Selasa, 27 Agustus lalu, sekira pukul 16.30 WIB," imbuh Kapolres.

Dari kasus ini, kapolres mengatakan tidak menutup kemungkinan akan ada korban lain yang melapor. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Polresta Solo, karena beberapa korban juga ada yang telah melapor disana.

"Kami sudah mendapat informasi, bahwa di Polresta Solo ada sejumlah orang yang telah melapor menjadi korban arisan online bodong. Apakah itu merupakan bagian dari kasus ini, maka kami akan berkoordinasi," tandas Iwan.

Jurnalis : Sapto

Editor : Mahardika

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More