Rekomendasi

Tingkatkan Konsumsi Protein Hewani, 10 Juta Telur Dibagikan Gratis

Rabu, 11 September 2019 : 17.43
Published by Hariankota
SOLO - Indonesia disebut telah mencapai swasembada protein oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Acuannya ekspor perdana produk daging ayam olahan dan pakan ternak ke tiga negara yakni Jepang, Timor Leste dan Papua Nugini tahun lalu.

Namun ironisnya, tingkat konsumsi masyarakat dalam negeri terhadap daging ayam dan telur angkanya masih jauh dari harapan. Tantangan meningkatkan jumlah konsumsi tersebut masih jadi perhatian serius oleh semua pihak, untuk terus dilakukan kampanye.

Dibandingkan dengan daging sapi, harga daging ayam dan telur masih sangat terjangkau oleh kantong masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pentingnya ketercukupan gizi khususnya kepada anak - anak, harus terus diiklankan.

Sejalan dengan tujuan tersebut Kemenko Perekonomian dan Kementerian Pertanian, membuat program tentang peningkatan gizi anak dengan tajuk "Gerakan Makan (Gema) 100 Juta Telur", menggandeng seluruh perusahaan perunggasan nasional melalui mekanisme Corporate Social Responsibility (CSR).

Bertempat di SD Djama’atul Ichwan, Laweyan, Solo, Rabu (11/9/2019), salah satu perusahaan perunggasan, PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) mengawali pelaksanaan Gema 100 Juta Telur yang telah dicanangkan pada tanggal 2 September 2019, bekerjasama dengan organisasi Syarikat Islam (SI).

Komisaris PT CPI, Suparman yang hadir bersama Ketua Umum Laznah Tanfidziyah SI, Hamdan Zoelva menyampaikan, program yang diinisiasi pemerintah ini akan berjalan sampai bulan Desember mendatang.

"Pada tahap awal akan dilakukan pendistribusian telor sebanyak 10 Juta butir yang dimulai dari tanggal 9 sampai 22 September 2019, dengan sasaran anak - anak PAUD, TK, SD, dan Ponpes di daerah keberadaan Farm Perusahaan peternakan ayam," terangnya.

Telur yang didistribusikan, menurutnya, adalah telur fertile fresh yang berwarna putih, hasil penundaan setting sebagaimana Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian No: 095009/SE/PK.010/F/09/2019 pada tanggal 2 September 2019.

"Isi SE, tentang pengurangan Day Old Chick Final Stock (DOC FS) Broiler tahun 2019, sebagai respon pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terhadap kondisi perunggasan nasional," terang Suparman kepada hariankota.com dan awal media lain.

Sementara, Hamdan Zoelva selaku pimpinan SI menyampaikan, ucapan terima kasihnya atas kerjasama untuk menerima pendistribusian telur di seluruh jaringan pendidikan SI di Indonesia. Dimana sebelumnya telah didaftar.

"Dan sekarang ini, kami mempersiapkan 24 ribu lebih siswa PAUD, TK, dan SD untuk menerima CSR telur dari PT CPI, agar anak - anak ini tumbuh sehat. Yang terdaftar untuk menerima distribusi telur, ada 345 sekolah," pungkas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013 - 2015 ini.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More