Rekomendasi

Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan, Pekerja Karanganyar Datangi DPRD

Rabu, 04 September 2019 : 15.59
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Para pekerja di Karanganyar, menolak rencana pemerintah yang akan melakukan revisi terhadap UU No 13 tahun 2013 tentang ketenagakerjaan.

Penolakan tersebut disampaikan para pekerja yang tergabung federasi kesatuan serikat pekerja Karanganyar tersebut, kepada anggota DPRD, Rabu (04/09/2019).

Sebelum melakukan audiensi dengan pimpinan sementara dan anggota DPRD yang baru saja dilantik, ratusan pekerja ini, melakukan orasi di halaman gedung wakil rakyat ini. Dalam orasinya buruh menyatakan revisi nantinya akan merugikan dan menyengsarakan para buruh.

“Kami dari berbagai organisasi buruh di Karanganyar, secara tegas, menolak rencana pemerintah yang akan melakukan revisi terhadap UU No 13 tahun 2003. Karena UU ini belum saatnya direvisi,” ujar Hariyanto, ketua Serikat Pekerja Nasional, Karanganyar.

Menurut Hariyanto, jika UU ini direvisi, para buruh khawatir, kesejahteraan buruh yang ada di dalam UU tersebut akan dipangkas. Hariyanto mencontohkan, soal pesangon yang rencananya akan dihapuskan.

“Kita mendengar aka nada penghapusan pesangon. Ini kita tolak. Disamping itu, masih banyak pelanggaran dalam UU ketenagakerjaan ini yang belum ditegakkan, seperti belum diangkatnya para pekerja kontrak menjadi karyawan tetap, padahal telah memenuhi persyaratan.

Ini hal utama yang kami sampakan kepada anggota DPRD untuk diteruskan kepada pemerintah,” tegasnya.

Ditambahkannya, yang perlu direvisi adalah PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Dalam PP tersebut, jelasnya, belum dicantumkan biaya pendidikan anak dalam perhitungan hidup layak.

Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Waluyo Dwi Basuki, usai melakukan audiensi, menyatakan, revisi tehadap UU No 13 tahun 2003 tersebut, hanya sebatas wacana.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, belum ada rencana revisi terhadap UU ini. Meski demikian, kami tetap akan memfasilitasi permasalahan dan keinginan para pekerja di Karanganyar.

Jika memang ada tenaga kontrak yang belum diangkat menjadi karyawan tetap maka akan kita bicarakan secara bersama-sama," ujarnya.

Sementara itu, ketua sementara DPRD Karanganyar sementara, Bagus Selo, menegaskan tetap mendukung apa yang menjadi aspirasi para pekerja, termasuk rencana pemerintah yang akan melakukan revisi UU ketenagakerjaaan ini.

“Kai mendukung sepenuhnya para pekerja yang menolka revisi UU ketenagakejaan yang sangat merugikan para pekerja. Aspirasi yang disampaikan ini, akan kami teruskan secara resmi kepada pemerintah,” kata dia.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More