Rekomendasi

Wujudkan Indonesia Bebas Limbah Plastik, Kementrian PUPR Bantu Mesin Pencacah

Selasa, 10 September 2019 : 16.26
Published by Hariankota
SOLO - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Dirjen Bina Marga, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VII Semarang menyerahkan bantuan mesin pencacah plastik kepada sejumlah daerah di Jateng dan DI Yogyakarta.

Mesin yang secara simbolis diserahkan oleh, Sudirman, staf ahli Kementerian PUPR bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat ini, kegunaannya untuk mendukung penerapan teknologi aspal plastik dan mendukung pengurangan sampah di kawasan kota - kota besar.

“Upaya ini bertujuan mengurangi sampah kantong plastik dengan mengolahnya menjadi bahan campuran aspal," kata Sudirman kepada hariankota.com usai serah terima mesin pencacah plastik di Hotel Alila, Solo, Selasa (10/9/2019).

Sedikitnya 1000 mesin pencacah plastik telah disiapkan Kementerian PUPR untuk kemudian diserahkan kepada Pemerintah Daerah se Indonesia agar teknologi aspal plastik dapat diaplikasikan secara luas, dan sekaligus juga dapat meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi pemulung sampah plastik.

Pada kesempatan ini, selain Kota Solo sebanyak 5 unit, Kementrian PUPR bersama Dirjen Bina Marga, BBPJN VII Semarang, secara simbolis juga menyerahkan mesin pencacah plastik yang sama untuk Kabupaten Semarang 5 unit, dan sebanyak 5 unit untuk Kota Jogyakarta.

Sedangkan sebelumnya, 16 unit sudah diserahkan untuk Banyumas dan Purwokerto.

Tentang program ini, disebutkan, Kementerian PUPR sebelumnya telah melakukan uji coba di beberapa lokasi dan dinilai berhasil yakni, di Jakarta, Makassar, Bekasi, Denpasar, jalan tol Tangerang-Merak, dan Surabaya.

Seperti disampaikan Kepala BBPJN VII Semarang, Akhmad Cayadi, hasilnya, stabilitas (aspal) lebih tinggi, lebih kokoh dan tidak beracun.

Penggunaan aspal plastik akan membantu mengurangi limbah plastik yang mendominasi sampah di laut Indonesia. Di sisi lain, limbah plastik kresek kini memiliki nilai ekonomi yang cukup baik.

"Yang terpenting adalah bagaimana plastik kresek yang semula tidak ada nilainya kini bisa dimanfaatkan. Harganya bervariasi mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 4.000 per kg. Dengan adanya mesin pencacah ini muncul demand yang hasilnya bisa dibeli untuk campuran aspal," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More