Rekomendasi

Akibat Konflik Wamena, Warga Karanganyar Pulang Kampung, Terus Bartambah

Minggu, 13 Oktober 2019 : 14.47
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Sebanyak lima warga Karanganyar yang berada di Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya, Provinsi Papua, kembali ke kampung halamannya, Minggu (13/10/2019).

Kelima warga ini, mendarat di Bandara Adi Sumarmo, Solo, dengan menggunakan pesawat komersil, dan dijemput oleh Dinas Sosial Karanganyar, dan langsung diantar ke rumah salah satu kerabatnya yang berada di Ngunut, Rt 03 Rw 06, Tawangmangu.

Biaya kepulangan satu keluarga ini, sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab Karanganyar. Lima waraga tersebut, masing-masing, Anisa Tiara (34), Puji Astuti (53), Kelila Nur (8), Nazwa Gusti (7) serta Elmutia (1).

Sang suami yang bernama Agus Nur Arifin masih berada di Wamena. Satu keluarga ini harus pulang, karena seluruh harta benda mereka habis dibakar massa.

Kepulangan lima warga Tawangmangu ini, menambah deretan panjang warga Karanganyar yang kembali ke kampung halamannya, akibat konflik yang terjadi di Wamena.

Sebelumnya ada lima warga Karanganyar yang lebih dulu kembali. Disusul dua warga Karangpandan. Selanjutnya, 3 kepala keluarga (13 orang) yang berasal dari Dusun Sutan, Kecamatan Gondangrejo.

Ditemui dikediaman orang tuanya yang berada di Dusun Sutan, Rt 04 Rw 02, Desa Karangturi, Kecamatan Gondangrejo, Darto, kepada hariankota.com, menjelaskan, dia bersama 12 kerabatnya tiba di Karanganyar pada tanggal 5 Oktober 2019 lalu dengan menggunakan pesawat komersil.

Darto yang sudah 30 tahun tinggal di Wamena dan bekerja sebagai tukang ojek ini, terpaksa harus pulang karena jiwa mereka terancam sejak konflik di Wamena yang terjadi sejak 23 September 2019 lalu.

Menurut Darto, sebelum meninggalkan Wamena, mereka mengungsi di Polres setempat selama satu minggu. Untuk biaya kepulangan ke kampung, Darto terpaksa minta dibelikan tiket kepada saudaranya yang ada di Karangturi. Biaya tiket penerbangan, ungkapnya, sebesar Rp3,7 juta per orang.

“Kami harus pulang kampung untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi. Karena memang situasi di Wamena sangat mencekam. Saya dan keluarga lain, harus meninggalkan semua harta benda yang ada di Wamena. Sampai sekarang, kami tidak tahu bagaimana nasib rumah dan harta yang lain,” ujarnya, Minggu (13/10/2019).

Ditambahkannya, bersama warga lain, sangat berharap bantuan dari pemerintah Karanganyar, selama berada di kampung. “Kita berharap bantuan dari emerintah selama berada di kampung. Nanti setelah situasi kembali normal, kami akan kembali ke Wamena,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Karangturi, Mulyani, mengatakan, telah melaporkan warganya tersebut, kepada Dinas Sosial. “Sudah kita laporkan ke Dinas Sosial, agar ada tindaklanjut dari pemerintah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pembinaan Sosial Dinas Sosial Karanganyar, Marno, kepada hariankota.com mengatakan, warga Karanganyar yang kembali ke kampung halamannya tersebut, akan dilakukan pendataan dan verifikasi, apakah mereka yang pulang akibat kerusuhan atau tidak.

Setelah dilakukan verifikasi, jelasnya, akan diberikan bantuan.

“Sementara diserahkan keluarga dulu biar pikiran tenang. Selanjutnya, nanti kita akan tanya, apa keinginan mereka, apakah pulang, ke Wamena atau tetap di Karanganyar. Bagi mereka yang lebih dulu pulang dengan menggunakan pesawat komersil, juga akan kita klarifikasi, apakah kepulangan mereka sebelum konflik di Wamena atau saat terjadi konflik,” tandasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :