Rekomendasi

Angin Kencang Landa Karanganyar, Puluhan Rumah Rusak

Senin, 21 Oktober 2019 : 16.19
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Dalam dua hari terakhir, sebagian wilayah Karanganyar dilanda angin kencang. Informasi yang dihimpun hariankota.com angin kencang terjadi di Kecamatan Jatiyoso, Ngargoyoso, Jenawi, Tawangmangu dan Karangpandan.

Akibatnya, puluhan rumah yang berada di Kecamatan Ngargoyoso dan Tawangmangu, mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Bambang Djatmiko, Senin (21/10/2019) mengatakan, jumlah total rumah warga yang mengalami kerusakan sebanyak 54 unit.

Selain merusak rumah warga, sejumlah pohon juga bertumbangan, seperti yang terjadi di Tawangmangu.

“Dari total kerusakan tersebut, jumlah rumah warga yang paling banyak berada di Kecamatan Ngargoyoso. Dengan jumlah kerusakan sebanyak 37 rumah,” terang Bambang Djatmiko, Senin (21/10/2019).

Diungkapkannya, kerusakan paling banyak atap rumah yang rusak akibat terjangan angin kencang. Selain itu ada pula atap rumah warga yang tertimpa pohon.

"Kita juga masih menghitung jumlah kerugian yang dialami warga akibat angin kencang yang melanda Karanganyar dalam dua hari terahir ini,” kata dia.

Saat ini, Bambang menjelaskan, telah dilakukan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin kencang. “Untuk sementara, kita baru melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Tawangmangu, Rusdianto mengatakan, di wilayah Tawangmangu ada rumah warga yang terdampak angin kencang, akan tetapi sampai saat ini ia belum menerima laporan jumlah detail rumah warga yang terdampak angin kencang.

"Jumlahnya berapa belum menerima laporan. Tapi ada satu rumah warga roboh di daerah Blumbang. Robohnya sekira pukul 19.30. Rumah terbuat dari kayu,” kata dia.

Terpisah, anggota DPRD Karanganyar, Endang Muryani, meminta kepada instansi terkait, untuk melakukan pendataan dan segera melakukan koordinasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi, pada masa pancaroba ini.

“Ini memasuki musim peralihan. Angin kencang tetap menjadi ancaman. Dinas atau instansi terkait segera melakukan koordinasi untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi. Saat ini, angin kencang mulai melanda.

Saat memasuki musim penghujan mendatang, daerah rawan longsor menjadi ancaman. Untuk menghadapi berbagai potensi bencana tersebut, semua harus waspada dan siap siaga,” kata Endang.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :