Rekomendasi

Bau Limbah PT Rum, Warga Pilih Menginap di Rumah Dinas Bupati Sukoharjo

Sabtu, 26 Oktober 2019 : 13.28
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Puluhan warga mayoritas ibu - ibu rumah tangga melakukan aksi mengungsi, menduduki gerbang pintu masuk rumah dinas (Rumdin) Bupati Sukoharjo, Sabtu (26/10/2019).

Mereka merupakan warga Gupit, Nguter, Sukoharjo, yang mengaku sejak beberapa hari terakhir, kembali menjadi korban terpapar bau menyengat limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM). yang berada di Plesan, Nguter.

Pantauan hariankota.com, selembar kertas putih nampak terpasang di teralis pintu pagar rumdin bupati yang sengaja ditutup oleh Satpol PP. Kertas bertuliskan, "Korban PT RUM mengungsi #TolakPTRum".

Aksi mengungsi diketahui telah dimulai sejak Jum'at malam sekira pukul 22.00 WIB. Tuntutan warga, soal bau limbah yang tak juga kunjung berkurang segera ada penyelesaian dengan tak ada cara lain, kecuali menutup pabrik.

"Bau busuk muncul kembali sejak beberapa hari terakhir, terutama pada malam hari. Kasihan ibu - ibu, anak - anak dan para lansia. Mereka mengeluh tak kuat menahan bau," kata Sudaryo, salah satu warga.

Dituturkan Sudaryo, sebelumnya tiap kali bau limbah muncul, warga ada yang memukul - mukul kentongan sebagai tanda bahaya, memperingatkan kepada warga lainnya agar waspada segera menggenakan masker penutup mulut dan hidung.

Oleh jajaran Polres Sukoharjo, aksi yang disebutkan Wakapolres Sukoharjo, Kompol I Komang Sarjana tidak memiliki ijin tersebut,sekira 09.30 WIB lantas diminta untuk diakhiri.

"Kami memahami permasalahan warga, tapi karena aksi ini tak memiliki ijin, maka terpaksa kami minta pulang, Silahkan menyampaikan aspirasi ke DPRD," tegas Wakapolres.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :