Rekomendasi

Ditutupi, Caleg PDIP Sleman Gugat Temannya 100 Miliar

Selasa, 15 Oktober 2019 : 20.20
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Gagal menjadi anggota dewan di Sleman, Supardiyo mengugat temannya, Andreas Purwanto yang saat ini duduk di kursi empuk sebagai legislator. Kendaraan politik yang digunakan keduanya dari PDI Perjuangan.

Kasus ini bermula saat keduanya mencalonkan diri sebagai anggota dewan dalam pemilu serempak (Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota) bulan April 2019 lalu.

Supardiyono merupakan caleg nomor urut 1 untuk Daerah Pemilihan 3 Sleman, yakni Kecamatan Kalasan, Prambanan, dan Ngemplak. Begitu juga Andreas, namun dia mendapat nomor urut 6 di dapil yang sama.

"Permasalahannya, tergugat (Andreas) menutupi gambar alat peraga kampanye klien kami, dengan menganti namanya," kata Oncan Poerba, kuasa hukum Supardiyono pada wartawan di PN Sleman, Selasa (15/10/2019).

Sehingga, kata dia, alat peraga kampanye milik Supardiyono tidak terlihat masyarakat, khususnya di Sorogenen, Purwomartani, Kalasan, yang merupakan empat tinggal Andreas.

Oncan juga sempat menunjukkan pada wartawan bukti penutupan dalam video di gadget-nya. "Perbuatan tergugat, kami anggap sebagai perbuatan melawan hukum sebagaimana dalam Pasal 1365 KUHPerdata," jelasnya.

Dalam pasal itu berbunyi, 'Tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian pada orang lain, mewajibkan orang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut'.

Oncan juga membeberkan tuntutannya. Mulai dari kerugian materiil sebanyak Rp 652.350.000,- (Enam ratus lima puluh dua juta, tiga ratus lima puluh ribu rupiah). Jumlah itu sesuai dengan pengeluaran kliennya saat penyelenggaran kampanye.

"Kami juga menuntut 100 miliar sebagai bentuk kerugian immateriil," katanya.

Sebelum menggugat, Supardiyono sudah berusaha agar masalah ini diselesaikam secara damai, artinya tidak melalui jalur hukum. Namun, tidak ditanggapi serius oleh Andreas, sehingga kasus ini berlanjut ke meja hijau.

Ketua Majelis Hakim, Adi Satria Nugroho menolak eksepsi yang dilakukan Andreas, melalui kuasa hukumnya, Iwan Setiawan. Sidang perdana mengenai pokok perkara bakal digelar pekan depan

Jurnalis: Danang Prabowo
Editor: Mahardika

Share this Article :