Rekomendasi

Fashion Show dan Lomba Desain Batik Pelajar SMP di Solo

Jumat, 04 Oktober 2019 : 18.18
Published by Hariankota
SOLO - Rangkaian Peringatan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tahun di peringati menjadi momentum di SMPN 4 Surakarta dengan menggelar peragaan busana batik dan lomba desain batik antar siswa.

Puluhan siswa pria dan wanita terlihat berjalan berlenggak-lenggok diatas panggung dengan mengenakan busana batik dan diiringi dentuman musik.

Sesekali mereka melambaikan tangan dan berputar diatas panggung yang disambut sorak dan tepuk tangan antusias dari siswa lain yang menjadi penonton dadakan.

Kepala sekolah SMPN 4 Surakarta, Sri Wuryanti kepada awak media sampaikan agenda ini merupakan puncak acara hari batik tahun 2019 di SMPN 4 Surakarta.

Sebelumnya para siswa sudah mengenakan pakaian batik dengan warna dan motif yang beragam. Sedangkan puncak acaranya adalah fashion show dan lomba desain batik antar siswa.

Kegiatan ini lanjut Sri Wuryanti diikuti semua kelas mulai dari kelas 7, 8 dan 9. Dimana masing-masing angkatan memiliki 9 rombel (rombongan belajar) dengan total siswa 865. Semuanya dilibatkan dalam momentum hari batik ini.

"Untuk lomba membuat motif batik kita libatkan seluruh siswa. Namun untuk lomba fashion show diambil perwakilan masing-masing kelas adalah dua siswa. Dan semua ini murni idenya dari para siswa," paparnya Jumat (4/10) siang.

Tujuan acara ini lanjut Sri Wuryanti, anak-anak diajak untuk memperkuat karakter dan keberanian yang dibutuhkan untuk bisa tampil di hadapan teman-teman. "Ini juga sebagai upaya membentuk mental para siswa," katanya.

Ditambahkan Sri Wuryanti, hal yang paling penting dalam acara ini adalah karakter cinta budaya.

Bahwa salah satu budaya yang dimiliki di Jawa ini adalah batik, diharapkan dengan kegiatan ini anak-anak lebih mencintai batik, lebih mencintai budayanya sendiri. Jangan sampai dia melupakan budayanya.

"Anak -anak jangan melupakan budaya Jawa khususnya, sesuai dengan inovasinya 'Patska Prebawa' yakni SMPN 4 Surakarta berprestasi dan berbudaya Jawa," imbuhnya.

Disamping itu sekolah juga menggelar lomba desain motif batik, sesuai dengan ide dan imaginasi mereka. Anak diberi kebebasan untuk membuat desain motif batiknya sendiri, tidak harus mengadopsi atau meniru bentuk batik yang sudah ada.

"Karena motif batik itu setiap tahun berkembang," imbuhnya.

Disampaikan juga selain acara fashion show juga di hibur dengan penampilan grub musik Hadrah SMPN 4 Surakarta yang berkolaborasi dengan seperangkat gamelan. Nantinya grub musik Hadrah ini akan mengikuti lomba di tingkat kota.

Targetnya bisa masuk ke propinsi. Karena dua tahun terakhir di tahun 2017 berhasil meraih juara 3 tingkat propinsi dan 2018 meraih juara 2.

"Harapannya jika Allah mengijinkan bisa bertahan atau bahkan menjadi juara yang pertama jika Allah SWT memudahkan semuanya," harapnya. (rls)
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More