Rekomendasi

Festival Candi, Komitmen Sleman Lestarikan Seni Budaya

Kamis, 24 Oktober 2019 : 15.17
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki komitmen yang kuat dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya untuk memperkokoh keistimewaan.

Salah satu wujud nyata komitmen itu dengan mengelar pementasan seni di tujuh kawasan candi. Mengandeng pelaku seni, festival seni kawasan candi ini dihelat selama tujuh hari.

Kelapa Dinas Kebudayaan Kab. Sleman, Aji Wulantara menyampaikan tujuh lokasi candi itu mulai dari Candi Barong pada hari pertama, Jum'at, 25 Oktober 2019 sekira pukul 19.00 hingga selesai.

Hari kedua di Candi Ijo pada Sabtu, 26 Oktober 2019, hari ketiga di Candi Sari pada Minggu, 27 Oktober 2019, dan hari keempat di Candi Kalasan pada Senin, 28 Oktober 2019.

Candi Sambisari dihari kelima yang digelar pada hari Selasa, 29 Oktober 2019, hari keenam di Candi Kedulan pada hari Rabu, 30 Okober 2019 dan terakhir hari Kamis, 31 Oktober 2019 di Candi Banyunibo.

"Cerita pementasan di masing-masing candi berbeda, mengambil cerita sejarah yang melatarbelakangi pendirian candi," katanya dalam siaran pers, Kamis (24/10/2019).

Setiap candi, terdapat relief yang beragam dan dicari historisnya dengan membuka data yang dimiliki oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY. Selanjutnya, diangkat dalam pertunjukan seni yang menyajikan histori candi tersebut.

Festival ini sejalan dengan konsep pengembangan kebudayaan Sleman yang didasarkan pada falsafah 'Kiblat Papat, Limo Pancer' yang menekankan keseimbangan penyebaran pada semua arah mata angin.

Sisi timur dengan ikon sejarah masa lampau (heritage) dengan begitu banyak peninggalan candi. Sisi utara dengan ikon Gunung Merapi terdapat upacara adat labuhan dan tunggularum.

"Sleman timur, khususnya Prambanan ini dikenal dengan sebutan Kota Seribu Candi, karena memang banyak peninggalan candi disana," tandasnya.

Pesanggrahan Gunung Gamping sebagai cikal bakal berdirinya Kraton Yogyakarta berada di sisi selatan. Sisi barat dengan ikon keberadaan masyarakat agraris dan agamis, dan di pusat atau tengah terdapat ikon sejarah pemerintahan Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini digelar untuk ke dua kalinya dengan menggunakan dana keistimewan. Tahun lalu, Bupati Sleman Sri Purnomo saat membuka festival candi di Tebing Breksi berharap kegiatan ini rutin digelar guna melestarikan seni dan budaya, serta mendongkrak kunjungan wisata.

Koordinator seniman, Hajar Wisnu Satoto berharap masyarakat terhibur dengan pertunjukan yang digelar secara gratis. Ia berharap wilayah Prambanan menjadi pintu gerbang wisata dengan segudang ketrampilan yang dimiliki masyarakat sekitar.

Jurnalis: Danang Prabowo
Editor: Rahayuwati

Share this Article :