Rekomendasi

Ganjar Pranowo : Revolusi Mental Oke, Tapi Nggak Jalan

Rabu, 09 Oktober 2019 : 16.27
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo prihatin, sejumlah kepala daerah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya, baru - baru ini di Lampung.

Jargon revolusi mental yang selama ini didengung - dengungkan, menurut orang nomor satu Jateng ini, sepertinya hanya berjalan ditempat. Belum muncul kehendak bersama untuk berubah menjadi lebih baik.

"Ketika banyak teman, menanyakan kepada saya. Pak Gubernur revolusi mental, menurut bapak, oke tidak. Oke sich, tapi nggak jalan," kata Ganjar saat membuka Gelar Pengawasan Daerah Tingkat Provinsi di Best Western, Solo Baru, Sukoharjo, Rabu (9/10/2019).

Tidak adanya greget bersama, menjadikan syarat sebuah revolusi sulit terpenuhi. Hal ini penyebabnya ditenggarai salah satunya, lantaran masih ada sejumlah calon kepala daerah berbicara soal gaji yang akan diminta.

"Jadi, kemarin itu ada teman yang menunjukkan gajinya cuman Rp 5,9 juta, dan merintih. kira - kira begitu. Saya kan jadi nggak enak. Dia Lupa, nggak cerita insentifnya berapa, tunjangannya berapa, honornya berapa," ujarnya.

Menurut Ganjar, masyarakat nggak boleh diberikan informasi yang nggak lengkap seperti itu. Dalam pandangan masyarakat Jawa, hal itu sangat tidak etis, memalukan.

"Akhirnya saya berdialog. Ini gara - gara ada yang kena OTT. Kenapa masih ada yang korupsi hanya karena alasan bayarannya kurang (gajinya sedikit). Memang ada batasnya soal duit, nggak ada. Itu sangat relatif," sebutnya.

Dalam pantauan hariankota.com Ganjar pun mendorong jajarannya melakukan gerakan memperbaiki tata tertib, melakukan sosialisasi untuk pencegahan tindak pidana korupsi. Diantaranya dengan menggandeng lembaga anti rasuah KPK.

"Di area publik kita bicara ternyata jadi kepala daerah bayarannya sedikit. Kalau bayarannya sedikit, ya saran saya jangan jadi kepala daerah. gitu saja. Itu obat mujarab tidak bikin stres," tegas Ganjar.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More