Rekomendasi

Gegara Kutu Kupret, Pria Ini Jalani Sidang

Sabtu, 26 Oktober 2019 : 21.00
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Sidang dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Ir. FI digelar Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta pada Kamis, 25 Oktober 2019 kemarin.

Agenda mendengar keterangan saksi ahli hukum, Prof Dr Mudzakir dari Fak Hukum Universitas Islam Indonesia itu didatangkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

JPU Ratna menyampaikan kasus ini berawal dari postingan korban, Ir Sugiharto Santoso alias Hoky. Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) ini mengeluh karena dijuluki 'kutu kupret' dalam akun media sosial miliknya.

Terdakwa yang juga menjalin pertemanan dengan korban, mengomentari dengan kalimat yang cukup pedas. Ia menulis yang seolah korban memang 'kutu kupret'.

Korban yang merasa tidak nyaman, kemudian mengadukan ke pihak kepolisian. Kasus dugaan pencemaran nama baik ini bergulir hingga saat ini ke meja hijau.

"Dalam konteks itu, perbuatan terdakwa memang nyata, tapi bisa dikategorikan guyonan (bercanda) karena sudah saling kenal," katanya pada majelis hakim.

Mudzakir berpandangan perbuatan itu bukan kategori pidana karena yang diejek maupun yang mengejek sudah saling kenal satu sama lainnya.

Dalam sidang sebelumnya, jaksa menjerat terdakwa dengan pasal 45 ayar 3 jo pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2018 tentang ITE.

Persidangan akan digelar pekan depan dengan agenda melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi. Keterangan saksi ahli ini dinilai meringankan terdakwa.

"Perlu dicatat, saksi ahli menyampaikan tidak ada unsur pidana karena hanya bercanda," kata Iwan Setiawan, tim pengacara terdakwa usai sidang.

Sementara korban, berharap majelis hakim tetap cermat dalam memberi putusan nanti. Ia perpandangan terdakwa bisa mendapat hukuman sesuai perbuatannya.

Jurnalis: Danang Prabowo
Editor: Gunadi

Share this Article :