Rekomendasi

Golkar DIY Akui Ada Serangan Tertuju Ketua DPD

Rabu, 09 Oktober 2019 : 20.55
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - DPD Partai Golkar DIY melihat ada serangan dari organisasi yang menamakan diri Persaudaran Pemuda Golkar. Serangan PPG itu ditujukan pada Ketua DPD I Partai Golkar DIY, Haryadi Suyuti supaya mundur dari struktur partai.

Bahkan, PPG juga memberi batas waktu hingga 15 Oktober 2019 nanti. Salah satu alasannya karena Haryadi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Yogyakarta dinilai gagal dalam memimpin partai.

"Itu hanya klaim-klaiman saja, kami anggap itu sebagai serangan yang ditujukan pada Pak Ketua," kata Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD I Partai Golkar DIY, Marzuki Ars Simatupang, Rabu (9/10/2019).

Desakan mundur itu dinilai tidak jelas dasar hukumnya dan mengada-ada. Apalagi, hanya berdasar merosotnya perolehan kursi di DPRD DIY dari delapan di tahun 2014 menjadi lima di pemilu 2019 kemarin.

"Suara nasional juga turun, kalau begitu Pak Airlangga juga harus turun dong, engak bisa begitu. Pak Haryadi ini aset bagi kami di Golkar, selain menjadi Ketua, beliau juga Wali Kota Yogyakarta," katanya.

Marzuki melihat ada pihak yang sengaja ingin mengulingkan Haryadi sebelum digelar Musyawarah Nasional (Munas) pada Bulan Desemben 2019 nanti. Secara struktural, DPD Partai Golkar DIY tetap solid dibawah kepemimpinan Haryadi.

"Kepengurusan DPD Golkar DIY cukup solid dan akan menjalankan tugasnya sampai 2020 mendatang, sesuai hasil Musda. Kepemimpinan bersifat kolektif kolegial, sehingga semua pengurus harus ikut bertanggungjawab terhadap partai," katanya.

Dalam struktur partai, Golkar hanya mengenal delapan organisasi otonom yang disebut Hasta Karya. Tiga diantaranya pendiri, yakni Kosgoro, MKGR, dan Soksi. Sementara lima lainnya merupakan organisasi yang didirikan, mulai dari AMPI, AMPG, Al Hidayah, HWK, Sarkar Ulama.

"Tidak ada PPG dalam struktur dan sayap partai. Jadi yang disuarakan PPG itu kita dengar, tap tidak kita respon. Saya kira ini dinamika politik di internal golkar," katanya.

Marzuki mengakui yang menyuarakan itu merupakan aktivis pemuda partai. Namun, apa yang disuarakan tidak mewakili struktur organisasi partai yang ada.

"Saat ditanya siapa yang mengerakan mereka, kita sudah mengetahui, tapi tidak untuk dipublikasikan, biar masyarakat yang menilai," jelasnya.

Jurnalis: Danang Prabowo
Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More