Rekomendasi

Heboh Ide Pemekaran Provinsi, Ganjar : Perlu Kajian Mendalam

Rabu, 09 Oktober 2019 : 20.52
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Menanggapi wacana pemekaran wilayah Soloraya, berdiri sendiri sebagai provinsi, lepas dari Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jateng mengatakan, masih perlu kajian mendalam.

"Saya itu, dulu ketua Panja (Panitia Kerja sewaktu masih anggota DPR RI-Red) pemekaran. Dan moratoriumnya (pemekaran daerah) masih panjang," kata Ganjar kepada hariankota.com usai launching e-Takon, aplikasi tanya jawab dari Inspektorat Jateng, di Solo Baru, Sukoharjo, Rabu (9/10/2019).

Disebutkan Ganjar, hingga saat ini berdasarkan informasi yang disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), sudah ada hampir 400 daerah yang mengusulkan pemekaran daerah. Oleh karenanya, harus hati - hati betul untuk menindaklanjuti wacana tersebut.

"Ada namanya Desartada (Desain Besar Penataan Daerah) agar tercapai tujuan dari pemekaran wilayah, desentralisasi maupun otonomi daerah. Itu untuk seluruh Indonesia," ucapnya.

Maka kalau kemudian, ada ide - ide (pemekaran) semacam itu, lanjut Ganjar, tidak ada masalah. Namun, perlu ada kajian terlebih dulu, untuk selanjutnya disampaikan ke Mendagri, tentunya dengan dukungan data, dan membangun komunikasi.

"Ide itu baik. Tapi perlu kajian mendalam, dan waktunya lama benget," tandas Ganjar.

Diketahui, ide pemekaran wilayah kembali dimunculkan oleh Bupati Karanganyar, Yuliatmono. Adapun wilayah Soloraya dimaksud meliputi, Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Boyolali, dan Klaten.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More