Rekomendasi

ISMaTeL Studi Etnomatematika di Situs Budaya

Rabu, 16 Oktober 2019 : 16.17
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Membuka wawasan guru tentang alternatif inovasi pembelajaran matematika, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika Yogyakarta menggelar seminar internasional.

Bertajuk Ethnomathematics In Teaching and Learning Process: What, Why and How ?, seminar bertaraf internasional ini baru pertama kali digelar oleh PPPPTK Matematika Yogyakarta.

Rencananya, International Seminar on Mathematics Teaching and Learning (ISMaTeL) ini akan digelar pada Selasa, 20 Oktober hingga Jum'at, 25 Oktober 2019 nanti di Grand Dafam Rohan, Yogyakarta.

"Sebelumnya kami ingin pelaksanaannya disini, tetapi bangunan gedung kami baru direnovasi sehingga dipindah ke tempat lain, ke hotel," kata Kabid Fasilitasi dan Peningkatan Kompetensi, Dra. Puji Iryanti, M.Sc. Ed dalam keterangan pers, Rabu (16/10/2019).

Kabid Program dan Informasi, Dr. Rachmadi Widdiharto berencana untuk mengelar seminar internasional ini secara berkala, yakni dua tahun sekali. Seluruh provinsi di Indonesia mengirim utusan dari Kelompok Kerja Guru (KKG) maupun dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

"Ada 10 orang guru dari negara Asia Tenggara (selain Indonesia) alumni diklat Qitep in Mathematics, 34 perwakilan KKG/MGMP perwakilan provinsi, 6 guru yang diseleksi dari paper karya peserta 1000 guru magang keluar negeri, 100 orang dari guru, kepala sekolah, pengawas, dosen yang mendaftar," katanya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Muhadjir Effendy bakal mengisi keynote speaker. Dr Nirmala Naresh dari University of North Texas, Amerika Serikat dan Prof Wilfredo V Alangui dari University of the Philippines Baguin, Philippina juga sebagai pembicara.

"Pembicara dari kami ada Dr. Sri Wulandari, M.Pd, kemudian ada Prof Dr Marsigit dari Universitas Negeri Yogyakarta," kata Kepala PPPPTK Matematika Yogyakarta, Dr Dra Daswitia Astuty, M.Pd.

Seminar ini untuk mendiskusikan isu terkait peluang dan tantangan implementasi pendidikan etnomatematika di sekolah bagi guru.

Seminar ini juga diharapkan memberi wawasan bagi guru tentang apa itu etnomatematika, mengapa etnomatematika perlu diintegrasikan dalam pembelajaran matematika, hingga studi etnomatematika di situs budaya.

Terdapat empat tempat yang akan dilakukan studi etnomatematika, yakni Candi Prambanan, Ratu Boko, Keraton Yogya dan Pusat kerajinan perak dk Kotagede, Yogyakarta.

Jurnalis: Danang Prabowo
Editor: Rahayuwati

Share this Article :