Rekomendasi

JARI 98 Beri Komentar Kocak Tentang Perbedaan Arti Sumpah Pemuda Jaman Old dan Jaman Now

Minggu, 27 Oktober 2019 : 16.22
Published by Hariankota
TANGSEL - Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98) memberikan komentar kocaknya tentang Sumpah Pemuda. JARI 98 menilai 'Sumpah Pemuda' yang dulu (old) dan sekarang (now) sangat berbeda jauh alias lain dari pada yang lain, Sabtu (27/10/2019).

Pasalnya, sumpah pemuda dijaman sekarang banyak pemuda yang mengatakan sumpah hanya untuk kepentingan perut sendiri dengan mengedepankan embel-embel nominal rupiah yang minim.

Melihat hal tersebut, JARI 98 sangat miris mendengar sumpah-sumpah dari pemuda sekarang. Apalagi dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda pada besok 28 Oktober 2019.

Ketua Presidium JARI 98, Willy Prakarsa mengatakan, pada waktu itu para pemuda tulus dalam sumpahnya untuk persatuan dan kesatuan bangsa. Namun, kata Willy, seiring perjalanan waktu, pemuda sekarang justru berubah isi dalam sumpahnya dan banyak permainkan isi sumpah.

"Maka tidak ada salahnya para pemuda sekarang disumpahin melulu oleh leluhur bangsa, contohnya saat dilantik jadi anggota ini itu pakai "Saya bersumpah" pakai demi Allah. Eh, nyatanya belum 5 menit kelakuannya malah tambah gila, isi sumpahnya di langgar," jelas Willy Prakarsa kepada Hariankota.com.

Meski demikian, Willy berharap kepada pemuda-pemudi dijaman now agar tidak lagi memainkan sumpahnya. Dedengkot aktivis 98 itu ingin pemuda jaman now lebih untuk memperbanyak istighfar.

"Kaum muda idealnya lebih perbanyak istigfar dan jaga serta jalin persatuan dan kesatuan dalam mengisi kemerdekaan, bantu pemerintahan Jokowi dan jajaran sukseskan program Pemerintah," terangnya.

Lebih kocaknya lagi, pentolan JARI 98 itu menyebut jika ada order demo ambil uangnya dan lebih baik tidur dirumah. Menurutnya, itu lebih bermanfaat daripada demonstrasi ganggu Kamtibmas.

"Jika ada order demo ambil uangnya dan tidur aja dirumah, itu lebih bermanfaat daripada ganggu kamtibmas. Hak atas mengeluarkan pendapat dijamin oleh UU, namun dalam UU tidak disebutkan jika kita demo pada Allah SWT lewat doa, dan itu lebih bermartabat untuk tambah keyakinan," cetusnya.

Editor: Jumali

Share this Article :