Rekomendasi

Kasus Penusukan Wiranto, LUIS : Masyarakat Butuh Keteladanan

Sabtu, 12 Oktober 2019 : 19.44
Published by Hariankota
SOLO - Penyebutan tersangka pelaku penusuk Menko Polhukam Wiranto diduga terpapar ideologi radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), dinilai oleh sebagian masyarakat terlalu prematur.

Penilaian itu, salah satunya datang dari Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) melalui Endro Sudarsono selaku Sekretaris, saat dihubungi hariankota.com, Sabtu (12/11/2019).

"Kami berharap Polri tidak tergesa - gesa dalam menyimpulkan, dan mengaitkan peristiwa yang menimpa Pak Wiranto dengan pergerakan kelompok tertentu, semisal ISIS, JAD atau ormas lainnya," kata Endro.

Jika merujuk pada peristiwa penusukan di alun-alun Menes, Pandeglang, Jabar, Kamis (10/10/2019) kemarin,  Endro mengatakan, bahwa hukum berlaku atas perbuatan pelaku, saksi dan barang bukti.

"Bahwa apa yang menimpa Pak Wiranto itu sebaiknya disikapi dengan evaluasi SOP (Standar Operasional Prosedur) pengamanan pejabat negara, atau VIP," ujarnya.

Selain itu, LUIS juga mengingatkan kepada eksekutif, yudakatif, tokoh parpol, termasuk tokoh ormas, sebaiknya memberikan keteladanan bertutur kata, bersosial media, maupun bersikap.

"Jangan sampai, warga melampiaskan kekesalannya dengan perbuatan melawan hukum," tandas Endro

Sebagaimana diberitakan, pelaku penusukan Wiranto disebut bernama Syahril Alamsyah (SA) alias Abu Rara. Oleh Polri, yang bersangkutan diduga terpapar ISIS, tergabung dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More