Rekomendasi

Kecanduan Gadget, Pasien Anak di RSJ Solo Meningkat

Jumat, 18 Oktober 2019 : 19.31
Published by Hariankota
SOLO - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Solo menerima pasien anak-anak yang kecanduan Gaget atau Game. Bahkan jumlah pasien anak-anak yang rata-rata masih duduk di bangku SD dan SMP ini mengalami lonjakan.

Humas RSJ Totok Herdiato mengatakan dalam sehari, RSJ menerima rata-rata pasien anak kecanduan Gaget sebanyak 1 sampai 2 orang anak.

"Dalam sehari rata-rata 1 hingga 2 pasien anak datang ke rumah sakit ini. Akhir-akhir ini jumlahnya relatif meningkat. Istilahnya hampir setiap hari ada saja pasien yang datang dengan keluhan tersebut," papar Totok seperti dikutip dari Okezone, Jumat (19/10/2019).

Biasannya, ungkap Totok, seminggu sekali baru ada pasien yang masuk ke RSJ. Namun untuk total jumlah anak kecanduan Gaget yang masuk ke RSJ, Totok belum bisa menyebutkan angka paatinya.

"Terkait dengan total jumlah pasien belum bisa disampaikan. Karena setiap pasien datang itu bukan terus keluhannya kecanduan game," ujarnya. Menurut Totok pasien awalny datang ke RSJ dengan beragam keluhan. Dan kebanyakan yang datang tak mau menyebutkan karena kecanduan Games.

"Prosesnya tidak demikian, biasanya hal tersebut terlihat setelah dilakukan observasi. Setelah observasi, baru bisa ditelusuri apa penyebab pastinya apa karena game atau sebab lainnya," terangnya.

Sedangkan untuk penanganan anak yang rata-rata masih duduk di bangku Sekolah Dasar hingga SMP ini disesuaikan dengan gejala yang muncul karena tidak semua anak itu sama.

"Gangguan yang muncul kita atasi dulu misalkan, karena gangguan emosi atau gangguan apa kita atasi dulu. Salah satunya dengan pemberian obat Atau farmakoterapi selama dua minggu kemudian dengan ditambahi dengan terapi perilaku," jelasnya.

Pada minggu pertama, ungkap Totok, farmakoterapi anak akan terlihat lebih stabil. Saat itu bisa mulai dilakukan terapi perilaku. Umumnya, anak-anak tak mau mengakui jika itu kecanduan game.

Sehingga harus diberikan pemahaman agar mau mengakui apakah itu game atau bukan.

"Jadi dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan agar anak tidak kecanduan game lagi. Yang artinya ya menyeluruh ya artinya holistik yang ditambani (diobati) hanya anaknya saja. Rata-rata pasien yang berobat jalan ataupun rawat inap," pungkasnya.

Sumber: Okezone
Editor: Mahardika

Share this Article :