Rekomendasi

Laga PSIM vs Persis Berujung Rusuh, Massa Bakar Mobil Polisi

Selasa, 22 Oktober 2019 : 12.52
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Sepakbola Indonesia kembali tercoreng tinta hitam, pertandingan PSIM Yogyakarta vs Persis Solo pada laga terakhir putaran kedua Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (21/10/2019) petang berujung rusuh.

Informasi yang berhasil digali hariankota.com, bermula saat salah satu pemain PSIM terkena kartu merah, kemudian terpaksa harus keluar lapangan, dan kemudian pertandingan tetap berlanjut.

Namun tak berselang lama kemudian, kembali terjadi pelanggaran terhadap pemain Persis hingga mengakibatkan wasit kembali mengganjar kartu merah untuk pemain PSIM.

Tersulut emosi pemain PSIM yang dikartu merah pertama, tiba - tiba berlari masuk lapangan hendak menendang salah satu pemain Persis, namun justru mengenai hakim garis.

Melihat kejadian itu, tanpa diketahui siapa yang memberi komando, sejumlah suporter rupanya juga ikut memasuki lapangan, hingga akhirnya pertandingan dihentikan di menit 93, sekira pukul 17.28 WIB.

Akibat terprovokasi, keributan antar pemain tak terelakkan bahkan memancing penonton lainnya, dan suporter PSIM menyerbu lapangan untuk mengejar pemain dan ofisial Persis. Kerusuhan tak terelakkan.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini saat dikonfirmasi sejumlah awak media menyampaikan, dua mobil polisi di dalam areal stadion jadi sasaran dan ada yang dibakar. Rusuh terjadi karena Brajamusti (suporter PSIM-Red) kecewa, dan kemudian melakukan tindakan anarkis.

"Kelompok suporter juga menyerang proses evakuasi para pemain Persis saat akan dibawa keluar dari dalam ke luar stadion. Kendaraan rantis Barracuda yang digunakan untuk evakuasi pemain dihadang dan dipecahkan kacanya," ungkap Kapolresta.

Massa yang beringas juga menembakan mercon kearah petugas Polri, hingga terpaksa tindakan tegas dilakukan dengan gas air mata lantaran massa yang mayoritas suporter PSIM sudah sulit dikendalikan.

"Mereka merusak sejumlah kendaraan dinas milik Polri. Kami terpaksa melakukan tindakan keras untuk mencegah tindakan anarkis lebih meluas," tandas Kapolresta.

Akibat kejadian, fasilitas pintu VIP stadion Mandala Krida rusak, 12 mobil milik Polri terdiri 1 mobil dinas milik Kapolresta digulingkan, 1 mobil dinas milik Wakapolresta dibakar, dan 10 mobil lainnya jadi bulan - bulanan amuk massa dengan kerusakan rata - rata pecah kaca, dan penyok sebagian bodi.

Hingga berita ini diturunkan, situasi dilaporkan sudah terkendali. Polisi dan TNI masih melakukan upaya sterilisasi dengan menyisir sejumlah tempat sekitar stadion.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Ferdinan

Share this Article :