Rekomendasi

Maling Murtad, Curi Amplifier dan Genset Masjid

Kamis, 24 Oktober 2019 : 15.57
Published by Hariankota
SUKOHARJO – Jajaran Reskrim Polsek Weru, Polres Sukoharjo berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang pria tersangka pelaku pencurian di sebuah masjid.

Pria berinisal ARS (40) warga Dukuh Giren, Sukorejo, Wedi, Klaten, terancam bakal menghuni penjara karena diduga telah mencuri amplifier dan genset di Masjid Al Fallah Dukuh Tawangrejo, Ngreco, Weru, Sukoharjo.

Kapolsek Weru, Polres Sukoharjo AKP Busro saat dihubungi hariankota.com, Kamis (24/10/2019) menjelaskan, kejadian berawal pada Sabtu, (19/10/2019) lalu, sekira pukul 04.15 WIB.

"Saat itu, muadzin yang hendak adzan subuh di Masjid Al-Fallah mendapati pintu gudang masjid dalam keadaan terbuka. Setelah dicek ternyata amplifier dan genset tidak ada ditempat," tutur Kapolsek.

Setelah dilakukan pencarian disekitar lokasi, tak juga ditemukan, maka kejadian tersebut oleh takmir masjid bersama muadzin yang juga sebagai saksi, lantas melaporkannya ke polisi.

"Dari hasil penyelidikan, menindaklanjuti laporan tersebut, akhirnya pada Minggu (20/10/2019) kemarin, unit reskrim mendapat informasi bahwa Polsek Bayat Polres Klaten telah mengamankan seorang tersangka pencuri berinisial ARS ini," ungkap Busro.

Dengan berkoordinasi, kemudian unit Reskrim Polsek Weru menindaklanjuti informasi tersebut guna proses penyelidikan. Dan dari hasil interogasi ini, berdasarkan barang bukti, ARS diduga juga sebagai pelaku pencurian di Masjid Al Fallah.

Dari tangan ARS, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni, 1 unit motor matik nopol AD 3216 ARC, 1 buah linggis, 1 buah obeng, senjata tajam berupa pisau dan clurit, dan 1 unit hape yang didalamnya ada foto barang milik masjid yang hilang.

"Sedangkan untuk barang curian, tersangka mengaku telah menjualnya di Boyolali dan saat ini masih dalam penulusuran petugas kami," tandasnya. Atas perbuatannya, ARS terancam jerat pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman maksimal tujuh tahun kurungan penjara.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :