Rekomendasi

Menyedihkan, Alami Gangguan Jiwa, Pemuda Ini Dirantai Kakinya

Senin, 14 Oktober 2019 : 19.20
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Hidup dalam kemiskinan, membuat pemuda penderita gangguan jiwa asal Gupit, Nguter, Sukoharjo ini harus mengalami perlakuan kurang manusiawi dari orang tuanya sendiri.

Pemuda bernama Agus Dwi Nur Cahyo (19) terpaksa oleh bapaknya harus dirantai kakinya pada sebuah tempat tidur dari papan kayu di samping rumah.

Sang bapak, bernama Sadimin (55), saat ditemui hariankota.com, Senin (14/10/2019) menuturkan, ia terpaksa tega merantai kaki anaknya yang nomor empat karena sering pergi tak tentu arah.

"Dia pernah hilang selama 10 hari, sempat dicari warga kampung. Tahu - tahu ditemukan di daerah Telukan, Grogol dekat jembatan Bacem," ungkapnya.

Agus yang disebut Sadimin mengalami perubahan perilaku dan sikap saat masih duduk dikelas 8 SMP tahun 2017 silam ini, beberapa hari lalu bahkan hampir saja membakar rumahnya sendiri. Beruntung api segera dipadamkan warga.

"Anak saya ini sebenarnya terlahir normal seperti anak biasanya, namun sejak dia mau naik kelas 9 SMP, dia menjadi pendiam. Mungkin setelah tahu dirinya tidak bisa melanjutkan pendidikan di SMK karena saya tidak mampu membiayai," ujar Sadimin.

Keinginan terpendam Agus untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK tersebut, diduga menjadi pemicu perubahan perilaku dan sikap, hingga akhirnya berubah drastis menjadi pendiam, sering ngalamun sendiri.

"Tahun 2016 dia masih sekolah, tahun 2017 dia mulai menjadi pendiam," ungkap Sadimin yang sehari - hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu.

Menurut Sadimin, semula dia hanya mengikat kaki ankanya dengan menggunakan tali tambang, tapi rupanya ikatan itu dapat dilepas hingga Agus melarikan diri pergi tak tentu arah.

Mengingat kondisi ekonomi, Sadimin tak mampu membawa anaknya berobat. Dia mengaku tak memiliki akses untuk mendapatkan bantuan jaminan kesehatan dari pemerintah.

"Saya tak punya kartu jaminan kesehatan, jadi tidak pernah memeriksakan Agus ke puskesmas atau kerumah sakit," imbuhnya.

Mengetahui keadaan itu, Kasi Pemerintahan Desa Gupit, Teguh Supriyono, yang kebetulan mendatangi rumah Sadimin, berjanji akan mengupayakan bantuan pengobatan dengan merujuk Agus ke rumah sakit jiwa melalui Dinas Sosial Sukoharjo.

"Saya justru baru tahu sekarang. Ini langsung kami laporkan ke Dinas Sosial agar segera ditangani dibawa ke RSJ. Sebelumnya kami juga menemukan dua kasus seperti Agus, dan sudah kami carikan bantuan ," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :