Rekomendasi

Nama Paundra Muncul Jelang Pilwakot Solo, Achmad Purnomo Tak Mau Ambil Pusing

Selasa, 29 Oktober 2019 : 15.38
Published by Hariankota
SOLO - Kandidat Calon Walikota Solo dari PDI Perjuangan, Achmad Purnomo, enggan mempersoalkan terkait kemunculan nama Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara.

Apalagi, Paundra cucu Proklamator (Bung Karno) yang juga mantan anggota DPRD Solo dari Fraksi PDI-P itu pun sebelumnya juga dilirik oleh Partai Gerindra Solo untuk maju dalam Pemilihan Walikota (Pilwakot) Solo 2020 mendatang.

"Terserah saja itu bukan urusan saya, kan tidak ada kaitannya dengan saya. Itu haknya mereka, silahkan saja." jelas Achmad Purnomo kepada wartawan di Solo, Selasa (29/10/2019).

Lebih lanjut, Achmad Purnomo pun menganggap jika kemunculan sejumlah nama menjelang Pilkada Solo 2020 merupakan hal yang wajar. "Mestinya akan banyak nama-nama yang muncul lagi semacam itu, gak ada masalah," tambah Purnomo.

Sebagaimana diketahui, Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara ialah seorang pangeran yang dari Pura Mangkunegaran Solo yang juga cucu proklamator Bung Karno, yakni putra sulung dari KGPAA Mangkunegara IX dengan Sukmawati Soekarnoputri.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinanan Cabang (DPC) Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, mengatakan bahwa Paundra merupakan salah satu sosok yang juga layak diperhitungkan.

"Kemungkinan bisa juga namanya politik, ya dinamis. Perkembangannya sangat cepat seperti Mas Gibran (putra Presiden Jokowi). Itu tidak dinyana-nyana dari PDI-P, setelah diputuskan itu muncul Mas Gibran," beber Ardianto kepada wartawan, di gedung DPRD Solo, Senin (28/10/2019).

Kemungkinan itu, menurut Ardianto, bisa pula terjadi dengan Paundra, mengingat Paundra pun pernah menjadi anggota DPRD Solo dari fraksi PDI-P. Bahkan, Ardianto pun mengatakan, akan menjadi menarik jika Paundra nantinya dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka.

"Beliaunya (Paundra) juga sudah pernah menjabat sebagai wakil rakyat. Sangat menarik sekali, Karena kita juga harus mengakui Paundra juga punya darah politik," tandas Ardianto.

Jurnalis: Kacuk Legowo

Editor: Gunadi

Share this Article :