Rekomendasi

Pemkab Banyuwangi Perpanjang Status Darurat Karhutla di Pegunungan Ijen

Selasa, 29 Oktober 2019 : 14.06
Published by Hariankota
BANYUWANGI - Titik api di Pegunungan Ijen Banyuwangi sudah mulai berkurang pasca dilakukannya waterboombing tiga hari terakhir ini.

Namun meski titik api berkurang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memutuskan memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran lahan dan hutan (Karhutla).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan perpanjangan status tanggap darurat hingga sepekan ke depan dimaksudkan untuk memaksimalkan pemadaman titik api yang tersisa dan mengantisipasi munculnya kembali api.

"Kami putuskan memperpanjang status tanggap darurat hingga satu minggu ke depan atau tanggal 4 November. Hal ini untuk proses pemadaman sumber api yang ada di tanah. Memang titik api sudah tidak terlihat, tapi sumber api masih mungkin muncul," ungkap Azwar Anas, Selasa (29/10/2019).

Pihaknya juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih upaya pemadaman yang telah dilakukan sejumlah pihak, mulai dari BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur dan Banyuwangi, TNI, Polri, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), hingga relawan.

"Kami sampaikan terima kasih kepada semua stakeholder yang telah bahu - membahu menangani pemadaman di kawasan Ijen," imbuhnya.

Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyuwangi Eka Muharram menyatakan pemadaman di kawasan Pegunungan Ijen dilakukan dua cara, yakni jalur darat dengan cara manual dan udara melalui waterboombing yang dilakukan helikopter BNPB.

"Pemadaman sudah dilakukan beberapa hari terakhir, kalau waterboombing dilakukan dalam dua hari terakhir. Sasaran utama di Cagar Alam Merapi Ungup - Ungup yang ada di kawasan Gunung Ijen. Di sana terdapat hutan lindung dan produksi, makanya perlu diantisipasi," jelasnya.

Sebagai informasi kebakaran lahan di Pegunungan Ijen diperkirakan BPBD telah menghanguskan setidaknya 1.200 hektar lahan yang meliputi tiga gunung yakni Gunung Ranti, Gunung Merapi Ungup - Ungup, dan Gunung Ijen sendiri.

Luasnya area yang terbakar membuat Pemkab Banyuwangi menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran sejak tanggal 21 Oktober 2019. Bahkan imbas kebakaran lahan ini wisata andalan Kawah Ijen pun terpaksa ditutup sejak Minggu sore 20 Oktober 2019 lalu.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :