Rekomendasi

Polemik Masjid Tersandera Kasus Hutang Bank, Pengurus Yakin Tak Mungkin Ada Pembongkaran

Rabu, 30 Oktober 2019 : 18.42
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Pengurus masjid Riyadhul Jannah di Dukuh Bangsri Cilik, Kriwen, Sukoharjo mengaku pasrah jika masjid akan dilelang oleh sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) lantaran jadi agunan hutang yang sudah jatuh tempo.

Lukas, salah satu warga yang mengaku diminta mengurus penyelesaian perkara ini dengan pihak BPR mengaku, pihaknya kaget setelah mengetahui bahwa tanah telah diagunkan setelah peresmian masjid berjalan pada 2011 silam.

"Tahu- tahu pihak bank kesini. (Mereka kaget) kok sudah jadi masjid. Padahal masih utang saya," kata Lukas, Rabu (30/10/2019) mengutip keterangan pihak BPR.

Warga khususnya jamaah baru tahu setelah sebulan lalu pagar depan masjid ditempel surat keterangan bahwa, tanah dan bangunan dalam pengawasan bank.

"Selama ini, saya hanya ngurus masjid, dan warga yang lain pun juga gak tahu. Kami pasrah saja, lha hubungannya dengan uang segitu ough (sebanyak Rp.400 juta-Red)," ucapnya.

Sampai saat ini, warga yang biasa beribadah di masjid tidak terlalu terpengaruh dengan informasi yang beredar tentang akan dijualnya tanah yang diatasnya telah berdiri masjid tersebut.

"Saya yakin yang namanya masjid tidak mungkin dibongkar. Karena saya punya kiai, masjid punya hikmah. Walaupun yang (membeli) lelang itu orang kristen, saya yakin tidak akan dirubah," ujarnya.

Ditambahkan Lukas, dari keluarga almarhum Yatimin Yitno Diharjo, pemilik tanah sekaligus yang membangun masjid sudah pasrah. Dan dari Forum Komunikasi Agama juga telah ikut turun tangan untuk membantu.

Terpisah, pihak manajemen PT BPR Central International yang beralamat di Jl Yos Sudarso Solo, tempat dimana tanah masjid ini diagunkan, saat dihubungi hariankota.com belum bisa memberikan jawaban.

"Maaf pak, yang bisa memberikan keterangan itu adalah direktur, tapi saat ini beliau sedang tidak ada ditempat," jawab seorang karyawati bidang urusan nasabah melalui sambungan telepon.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :