Rekomendasi

Polisi Ancam Tak Terbitkan SKCK Bagi Pelajar Peserta Demo, Mendikbud Tak Setuju

Jumat, 04 Oktober 2019 : 15.02
Published by Hariankota
SOLO - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy tidak setuju kepolisian mengancam akan memasukkan sejumlah pelajar yang terlibat aksi demo ke dalam catatan negatif kepolisian, atau tidak menerbitkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

"Intinya tidak boleh ada sanksi yang tidak mendidik. Jadi kalau (pemberian) sanksi harus sifatnya mendidik," jawab Mendikbud kepada hariankota.com dan awak media lain, usai meresmikan SMA Program Khusus Muhammadiyah, Kottabarat, Solo, Jum'at (4/10/2019).

Tidak hanya itu, Muhadjir pun melarang pihak sekolah mengeluarkan siswanya hanya gara - gara ketahuan terlibat aksi demontrasi. Sepanjang tidak anarkis, maka sekolah tidak dibenarkan memberi sanksi mengeluarkan siswa didik.

"Nggak boleh itu. Wong yang nggak sekolah saja diminta untuk masuk (sekolah), kok yang sudah masuk disuruh keluar. Jadi, pendekatannya harus (dengan cara) pendidikan," tegas Mendikbud.

Langkah penyisiran terhadap sekolah - sekolah yang menerapkan sanksi tidak mendidik terhadap siswanya tersebut akan dilakukan Kemendikbud.

"Kalau (ada) yang belum benar, nanti akan kami luruskan. Tetapi rata - rata, saya kira, dinas pendidikan di daerah kabupaten /kota, maupun provinsi sudah paham. Kalau ada, ya satu dua saja.

Intinya tidak boleh ada sanksi untuk masalah unjuk rasa itu. Mereka harus di didik, seandainya mengalami trauma saat unjuk rasa, harus dipulihkan dari trauma itu," terangnya.

Seperti diketahui, pasca aksi demo mahasiswa disejumlah daerah yang diduga juga diikuti pelajar setingkat SMA/SMK, sejumlah pejabat Polri mengancam tidak akan mengeluarkan SKCK untuk para pelajar yang terlibat demonstrasi.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayuwati

Share this Article :