Rekomendasi

Suami dan Anak Mengalami Gangguan Jiwa, Setyawati Harus Berjuang Sendiri.

Rabu, 02 Oktober 2019 : 21.31
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Sungguh berat cobaan yang dialami Setyowati, warga Dusun Dukun, RT 01 RW 02, Desa Plumbon Tawangmangu ini. Setelah sang suami mengalami gangguan jiwa beberapa tahun lalu, kini anaknya yang bernama Diah (20) juga mengalami hal yang sama, gangguan kejiwaan.

Diah diketahui mengalami gangguan jiwa sejak 2018 lalu, atau setelah lulus dari salah satu sekolah kejuruan di kota Solo. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Setyowati harus bekerja sendiri dan menjadi tulang punggung keluarga.

Mereka juga masih hidup menumpang di rumah salah satu saudaranya.

Kepada hariankota.com, usai menerima bantuan dari Relawan Lintas Tawangmangu (Realita), Rabu (02/10/2019), Setyowati mengungkapkan, tidak mengetahui penyebab orang-orang kesayangannya tersebut mengalami gangguan kejiwaan.

Sedangkan sang buah hati, jelasnya, mulai mengalami perubahan sejak lulus salah satu sekolah kejuruan di Solo tahun 2018 lalu.

Awal mengalami gangguan kejiwaan, ujarnya, Diah sempat menjalani perawatan di RSJ Surakarta selama tiga minggu. Setelah tenang, baru dilakukan rawat jalan, hanya saja, harus menjalani pemeriksaan rutin.

“Kalau suami saya, pastinya kurang tahu, Hanya saja awalnya bapak sering diam. Kalau anak saya, awalnya sering ngamuk dan bicara sendiri,” ungkapnya.

“Untuk biaya awal di RSJ, kami dibantu relawan Realita bersama warga setempat. Selanjutnya, untuk biaya rawat jalan dan biaya pemeriksaan rutin, sudah ditanggung oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Sedangkan untuk biaya transportasi, biaya atas bantuan relawan,” ujarnya.

Sementara itu, ketua Realita, Sutrisno, mengatakan, bantuan yang diberikan berasal dari seluruh anggota relawan.

“Sejak mengetahui keluarga ibu Setyowati mengalami kesulitan ekonomi, kami dari relawan langsung turun memberikan bantuan. Kita juga membantu biaya transportasi saat melakkan pemeriksaan rutin ke RSJ. Sedangkan untuk biaya pemeriksaan, sepenuhnya sudah ditanggung Dinas kesehatan dan Dinas Sosial,” terangnya.

Mereka juga berharap ada perhatian lebih dari pemerintah untuk memberikan bantuan kepada Setyowati, sehingga dapat menambah penghasilan.

“Ibu Setyowati ini merupakan tulang punggung keluarga. Kami beharap ada perhatian lebih dari pemerintah. Apalagi ibu ini memiliki keterampilan menjahit. Sehingga nantinya dapat menambah penghasilan,” ujar Ridwan, relawan lainnya.

Jurnalis : Iwan Iswanda
Editor : Mahardika

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More