Rekomendasi

Senin, 28 Oktober 2019 : 21.32
Published by Hariankota

SUKOHARJO - Merespon aksi protes sejumlah warga yang mengungsi di depan rumah dinas (rumdin) bupati Sukoharjo lantaran terpapar bau limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM).

Pemkab Sukoharjo melayangkan surat peringatan.Melalui surat yang ditanda tangani Sekda Sukoharjo Agus Santosa, pabrik serat rayon yang berlokasi di Desa Plesan, Kecamatan Nguter tersebut diminta untuk segera membenahi instalasi pengolah limbah udaranya dengan tenggat waktu satu minggu.

Jika dalam tempo waktu yang diberikan masih saja belum berhasil, maka oleh Pemkab, kegiatan produksi diminta supaya dihentikan agar dampaknya tidak mengganggu warga desa yang tinggal disekitar pabrik.

“Kami berikan kesempatan kepada PT RUM untuk untuk mengurangi volume produksi dan mengatasi bau limbahnya selama satu minggu, terhitung sejak 26 Oktober kemarin," kata Agus, 
kepada hariankota.com dan awak media lain,Senin (28/10/2019).

Surat peringatan yang ditujukan kepada direksi pabrik dibuat berdasarkan pengaduan masyarakat dan pantauan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dari pantauan itu, diketahui, proses operasional ternyata masih menimbulkan bau akibat adanya kendala.

Disisi lain, Agus juga menyampaikan, dalam kasus ini pihaknya juga harus menjaga fungsi sebagai fasilitator antara investor dengan masyarakat. Bagaimana supaya masyarakat tidak terganggu, sementara investasi juga bisa terus berjalan.

Terpisah, menanggapi surat peringatan Pemkab tersebut, Sekretaris PT RUM Bintoro Dibyoseputro mengatakan, pihaknya akan mentaati aturan yang telah diberikan.

"Sesuai yang kami laporkan (kepada Pemkab Sukoharjo), bahwa sedang terjadi perbaikan. Sayang sekali, kali ini emisi H2S sangat tidak terduga, begitu menggangu," tuturnya.

Dijelaskan Bintoro, pabrik akan terus berbenah dan mengikuti semua arahan dari pemegang otoritas pemerintahan seperti dari DLH dan beberapa instansi terkait lainnya.

"Pastinya kami akan mentaati. Secara teknis sudah dilakukan pengurangan (produksi) yang ada, hingga di level sangat aman. Tanpa diolah Wet Scrubber, emisi H2S bisa lenyap sendiri," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Jumali


Share this Article :

Berita Terbaru

Read More