Rekomendasi

Tanggapi Susunan Kabinet Indonesia Maju, Busyro : Ada Beberapa Tidak Sesuai Kapasitasnya

Kamis, 24 Oktober 2019 : 20.44
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2010-2011, Busyro Muqoddas mengaku belum bisa memahami susunan sejumlah nama menteri yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kabinet Indonesia Maju 2019 - 2024.

"Malas saya menanggapi kabinet, tapi saya mau tetap menyampaikan pada masyarakat, ada beberapa yang tidak sesuai kapasitasnya," kata Busyro kepada hariankota.com dan awak media usai menghadiri Upacara Hari Jadi (Dies Natalis) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ke 61, Kamis (24/10/2019).

Dari sekian menteri, dicontohkan Busyro, ada dua nama yang dianggapnya ditempati "not right man in right job" yaitu, Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Misalnya Kemenag, istilahnya (disebutkan) untuk mengatasi radikalisme. Pertanyaannya, apakah radikalisme itu istilah yang sudah tepat. Bukankah itu sulit dipertanggungjawabkan secara akademis," ujar Busyro.

Menurut Busyro, tudingan penyebab radikalisme itu selama ini hanya ditujukan kepada simbol - simbol agama tertentu, dalam hal ini Islam.

"Justru, tirani ekonomi yang menyebabkan minoritas menguasai sumber - sumber perekonomian itulah yang menimbulkan radikalisme, kesenjangan ekonomi,dan ketidakadilan sosial," tegasnya.

Dengan penunjukan mantan Wakil Panglima TNI (1999-2000) tersebut, Busyro menilai, apa yang dipikirkan Presiden soal konsep penyelesaian redikalisme terlalu sempit dan kosong.

Selanjutnya tentang penunjukan Nadiem Makarim sebagai Mendikbud, Busyro berpendapat, sebagai kementerian yang akan menentukan SDM Indonesia, seharusnya dipimpin oleh orang yang memahami dunia pendidikan.

"Mendikbud sama Kemenristekdikti dijadikan satu itu, penentunya oleh kalangan yang kompeten atau tidak. Atau hanya ditentukan berdasarkan selera. Ini yang harus dijawab oleh istana," tandas Busyro.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :