Rekomendasi

Tersangka Kasus Rebutan Lahan Parkir Mengaku Ditembak, Kuasa Hukum Datangi Kantor Polisi

Jumat, 25 Oktober 2019 : 19.53
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Tindakan penangkapan disertai penembakan terhadap salah satu dari dua tersangka pelaku tindak pidana perampasan barang berupa karcis parkir, dipertanyakan oleh kuasa hukum dengan mendatangi kantor polisi.

Moch Aminudin, kuasa hukum dua tersangka, didampingi rekannya meminta klarifikasi atas kejadian penembakan tersebut ke kantor polisi di Polsek Grogol, Polres Sukoharjo, Jum'at (25/10/2019).

Dua tersangka, HW (38) warga Ngasinan, Kwarasan, Grogol, Sukoharjo, dan BY (37) warga Tanjunganom, Kwarasan, Grogol, saat ini telah ditahan di Polda Jateng atas kasus rebutan lahan parkir di kawasan Solo Baru, Grogol pada 17 Oktober lalu.

Aminudin sangat menyayangkan tindakan polisi dalam menangkap, dan mengungkap kasus yang melatari perbuatan dua tersangka yang dijerat dengan Pasal 335, dan Pasal 368 KUHP ini.

"Pada kenyataannya, kasus itu sebenarnya sudah selesai pada saat kejadian. Tapi ternyata masih ada ganjalan dimana ada salah satu warga yang melapor dan selanjutnya diambil tindakan sama kepolisian," terangnya usai pertemuan klarifikasi.

Kepada hariankota.com, Aminuddin mengatakan, laporan kejadian perampasan karcis parkir yang disampaikan oleh salah satu warga kepada polisi, sepanjang yang ia ketahui sudah dicabut, atau ditarik kembali oleh pelapor.

Menurutnya, tindakan berupa penangkapan terhadap dua tersangka ini, dilakukan oleh petugas dari Polres Sukoharjo. Pada saat penangkapan itu, salah satu tersangka inisial BY, ditembak betis kaki kirinya.

"Setelah itu, mereka dikeler, dan penanganan kasusnya diambil alih oleh Polda Jateng. Tapi, ketika kami konfirmasi mulai dari awal permasalahan (penembakan), saling lempar. Dari Polsek melempar ke Polres, selanjutnya dari Polres pun melempar ke Polda," ujarnya.

Penembakan terhadap salah satu tersangka yang dikatakan Aminuddin tidak melakukan perlawanan saat ditangkap, dinilai sangat berlebihan. Apalagi, situasi kamtibmas dikawasan sentra bisnis Solo Baru, Grogol disebutnya dalam keadaan kondusif.

"Untuk langkah selanjutnya, kami akan ke Polda Jateng. Misalkan ada tindakan yang ternyata diluar prosedur, ya kami akan laporkan," tegasnya.

Menanggapi kedatangan kuasa hukum tersangka HW dan BY, Kapolsek Grogol, Polres Sukoharjo Iptu Grandika Indera Waspada menyampaikan, kepolisian pada intinya menerima apapun yang akan disampaikan oleh masyarakat.

"Sesuai porsi kami, tentang kejadian kemarin, karena Polsek itu hanya menangani sampai pada (waktu) menerima laporan saja. Maka kami hanya bisa menjelaskan sampai pada batasan itu. Karena kasusnya kemudian diambil alih Polres," ucapnya.

Mengingat setelah itu, kasusnya kemudian diambil alih oleh Polda Jateng, maka Polres Sukoharjo pun, dijelaskan Grandika juga sangat terbatas. Tidak lagi berwenang melanjutkan penyidikan. Termasuk memberi penjelasan tudingan adanya penembakan.

"Untuk penjelasan lebih lanjut memang harus ke Polda Jateng. Dan, mengenai pencabutan laporan, itu nanti (juga ) kewenangan penuh tergantung penyidik polda. Pencabutan kami terima, tapi bisa (dikabulkan) atau tidak itu tergantung polda," pungkasnya.

Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :