Rekomendasi

Tunjukan 'Pistol', Oknum Polisi Jateng Jalani Sidang

Kamis, 17 Oktober 2019 : 15.35
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Oknum polisi aktif yang bertugas di Polda Jateng menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta. Polisi berinisial S (55), berpangkat Ipda itu duduk sebagai terdakwa dalam kasus dugaan pelanggaran UU ITE dan UU Pornografi yang menjeratnya.

Sidang dengan agenda dakwan yang diteruskan mendengar keterangan saksi-saksi ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Agus Nazaruddinsyah. Saksi pertama dari pihak korban (inisial S), kemudian suami korban (inisial H), dan seorang polisi (Provos) dari pihak kepolisan yang mengetahui kasus ini.

"Sidangnya tertutup," kata suami korban, H pada wartawan saat menanti untuk menjalani sidang di Ruang Sidang Garuda PN Kota Yogyakarta, Kamis (17/10/2019).

Kasus ini bermula saat istri korban mendapat kiriman melalui whatsapp dari terdakwa. Awalnya hanya biasa, tidak ada hal yang aneh karena antara keduanya masih saudara sepupu.

"Lama-lama kok aneh, muji-muji bagian tubuh hingga mengirim foto maaf 'senjatanya', alat kelamin dia," jelasnya. Korban dan suaminya sempat berfikir jika gedget milik terdakwa dipakai orang lain. Sehingga, mereka mengira yang mengirim foto-foto itu bukan terdakwa.

"Istri saya jijik melihatnya, kemudian dihapus, eh kok mengirim lagi. Kita pikir ini salah kirim, tapi kok mengirim lagi, ini mungkin disengaja," katanya.

Istrinya sempat mengingatkan agar jangan mengirim foto-foto tak senonoh tersebut. Begitu juga tulisan-tulisan melalui whatsapp yang dinilai tidak etis.

"Istri sudah ngingetin, ora pantes, malah dijawab suruh ngulum. Dia (terdakwa,red) juga ngancam agar jangan diberitahukan budhe (orang tua,red)," jelasnya.

Melihat gelagat kurang pas, suami korban membuat video percakapan maupun kiriman foto-foto dari terdakwa di handphone korban. Video dokumentasi ini sebagai bukti jika terdakwa melakukan dengan sadar dan sengaja.

"Kalau hanya omongan kan bisa ngelak, kita buat video percakapan lengkap yang jelas-jelasnya nyata. Kalau dokumen video kan tidak bisa mengelak lagi," jelasnya.

Ditengah proses perekaman, terdakwa kembali mengirim tulisan yang intinya mengajak korban untuk berhubungan badan. Mengetahui hal itu, suami korban membuat rencana agar terdakwa bisa diadili.

"Dia (terdakwa) ngajak ngamar di hotel, saya pancing agar istri menuruti, padahal dia sudah tidak mau menanggapi. Istri dan mertua yang booking hotel, saya lapor ke Propam karena dia anggota polisi," jelasnya.

Saat hari H, kata dia, terdakwa datang ke hotel yang dituju di wilayah Jalan Malioboro, Yogyakarta. Sementara suami korban bersama empat personil dari Polresta berjaga-jaga untuk menangkap basah terdakwa.

"Dia akan merudapaksa istri, tapi teriak dan keluar kamar hotel, baju istri sudah sobek, kita bersama anggota polisi menangkap dia di hotel," jelasnya.

Beberapa polisi sempat mengintrogasi terdakwa saat itu. Salah satu alasan hendak merudapaksa korban karena sudah lama tidak berhubungan dengan istrinya. "Kalau alasannya apa, kenapa, kita kurang tahu itu. Itu yang saya heran, dia juga sudah punya anak istri," jelasnya.

Pihaknya sudah berusaha agar kasus ini diselesaikan diluar jalur hukum. Namun, niat baik korban dan suami korban ini tidak digubris oleh terdakwa yang notabene mengetahui betul hukum.

"Kita beri waktu sebulan agar meminta maaf, tidak mengulangi lagi, kita tunggu sebulan lebih kok tidak datang minta maaf, kita selesaikan ke pengadilan agar menemukan keadilan disini," jelasnya.

Jurnalis: Danang Prabowo
Editor: Jumali

Share this Article :